Branjangan
Mirafra javanica
Panjang
13-15 cm
Berat
18-25 g
Habitat
Padang Rumput Terbuka
Reproduksi
2-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar masif untuk lomba
- Alih fungsi lahan pertanian dan savana
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Penetapan status Dilindungi (2018)
- Wajib izin penangkaran BKSDA
Si Jambul Tanah yang Lincah
Branjangan Jawa (Mirafra javanica) mudah dikenali dari posturnya yang mungil dengan warna dominan cokelat tanah berbatik, yang berfungsi
sempurna sebagai kamuflase di habitat aslinya. Ciri paling ikonik adalah jambul di kepalanya yang akan ditegakkan saat burung merasa waspada
atau sedang berkicau. Kakinya memiliki kuku panjang, adaptasi sempurna untuk berjalan di atas tanah berpasir.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Jambul di kepala dan perilaku mandi debu.
Sering Tertukar Dengan
- puyuh:Puyuh bertubuh bulat gemuk dan tidak memiliki jambul aktif, Branjangan lebih ramping dan berjambul.
Tips Pengamatan
- Cari di sawah kering yang panas.
- Lihat ke langit saat mendengar suara kicauan melayang.
Penguasa Padang Rumput Kering
Berbeda dengan kebanyakan burung kicau yang arboreal (hidup di pohon), Branjangan adalah burung penghuni lahan terbuka. Habitat favoritnya
meliputi area persawahan kering pasca panen, padang rumput, dan kawasan berpasir yang panas. Karena habitat spesifik inilah, alih fungsi
lahan sawah menjadi perumahan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidupnya.
Diet Biji dan Serangga
Sebagai burung yang menghabiskan banyak waktu di tanah (terrestrial), Branjangan adalah omnivora oportunis. Mereka memakan biji-bijian rumput
liar dan padi sebagai sumber karbohidrat, serta serangga kecil seperti belalang dan ulat untuk protein. Uniknya, mereka juga menelan batuan
kecil (grit) untuk membantu pencernaan di temboloknya.
Peta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung kicau populer di Indonesia yang mandi menggunakan debu/pasir.
- Bisa berkicau sambil terbang diam (hovering) di ketinggian belasan meter untuk menandai wilayah.
- Harganya bisa melonjak tajam tergantung asal daerah (Jawa vs Luar Jawa) dan mentalnya.
Perilaku & Suara
Suara kristal yang nyaring, variatif, dan memiliki kemampuan mimikri (meniru) yang luar biasa. Dapat berkicau sambil terbang diam (hovering) di udara.
Reproduksi
2-4
Telur
12-14
Hari Inkubasi
12-14
Hari Asuh
8-12
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Ikon Kicau Klasik Jawa
Kepercayaan Lokal
Burung kasta tinggi yang melambangkan ketangguhan. Dipercaya menaikkan pamor pemiliknya jika rajin 'hovering'.
Sejarah
Dideskripsikan oleh Thomas Horsfield pada 1821. Merajai gantangan era 90-an sebelum regulasi perlindungan.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
WAJIB menyediakan bubuk bata merah atau pasir halus di dasar sangkar karena burung ini mandi debu (dust bathing), bukan mandi air.
Kisaran Harga
Harga resmi bersertifikat jauh lebih mahal. Branjangan asal Jawa (Wates/Sapan) jauh lebih mahal dibanding asal NTB.
Update: 2025-12-26
Galeri Foto

Branjangan Jawa view samping

Close up brajangan jawa
Suara & Kicauan
Helikopter yang Bernyanyi
Salah satu keajaiban Branjangan adalah kemampuan 'hovering'-nya. Mereka sanggup terbang vertikal dan melayang diam di udara sambil
menumpahkan kicauan kristalnya yang keras dan bervariasi. Suaranya dikenal sangat jernih dan mampu meniru (mimikri) suara burung lain
seperti Cililin, Wallet, hingga Elang, menjadikannya burung isian yang mewah.
Pertanyaan Umum
Secara aturan, Branjangan Jawa masuk daftar satwa DILINDUNGI (Permen LHK No. P.106/2018). Memeliharanya WAJIB memiliki izin/sertifikat penangkaran dari BKSDA. Membeli burung tangkapan alam (muda hutan) tanpa surat adalah tindakan Ilegal.
Branjangan Jawa (Mirafra javanica javanica) biasanya memiliki postur lebih besar, warna batik lebih cokelat gelap/tegas, dan suara yang dinilai lebih kristal/keras. Branjangan NTB (Mirafra javanica parva) cenderung berwarna lebih pucat/kekuningan dan postur sedikit lebih kecil.
Karena habitat aslinya di daerah kering, Branjangan berevolusi untuk mandi debu (dust bathing). Memandikan dengan air justru bisa merusak bulu atau membuatnya stress. Cukup sediakan cepuk pasir halus di kandang.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar masif untuk lomba
- Alih fungsi lahan pertanian dan savana
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Penetapan status Dilindungi (2018)
- Wajib izin penangkaran BKSDA
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung kicau populer di Indonesia yang mandi menggunakan debu/pasir.
- Bisa berkicau sambil terbang diam (hovering) di ketinggian belasan meter untuk menandai wilayah.
- Harganya bisa melonjak tajam tergantung asal daerah (Jawa vs Luar Jawa) dan mentalnya.