Cucak Ijo jantan di ranting
EN

Cucak Ijo

Chloropsis sonnerati

Panjang

22 cm

Berat

40-58 g

Habitat

Hutan Hujan Dataran Rendah

Reproduksi

1-4 telur

Status Konservasi

EN
Endangered
IUCN Red List
Status Indonesia Dilindungi (Permen LHK No. P.106/2018)
CITES Tidak Terdaftar
Tren Populasi menurun

Ancaman Utama

  • Perburuan liar masif untuk perdagangan burung kicau
  • Hilangnya habitat hutan dataran rendah
  • Konversi hutan menjadi perkebunan sawit

Upaya Konservasi

  • Penetapan status dilindungi penuh (2018)
  • Penyitaan perdagangan ilegal oleh BKSDA
  • Kampanye pelestarian

Si Hijau Jawara Ngentrok

Cucak Ijo atau Cica-daun Besar memiliki tubuh yang diselimuti warna hijau daun cemerlang, memberikan kamuflase sempurna di tajuk pohon.

Ciri paling ikonik dari burung ini adalah gaya tarungnya yang disebut 'Ngentrok', yaitu perilaku mengembangkan bulu leher dan menggetarkan

sayap secara hiperaktif saat menghadapi lawan atau merasa terancam. Jantan memiliki topeng hitam tegas yang membedakannya dari betina.


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Passeriformes
Genus Chloropsis
Spesies Chloropsis sonnerati
Subspesies C. s. sonnerati (Jawa), C. s. zosterops (Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaya)

Nama Lokal

Cucak Ijo, Cucak Hijau, Murai Daun(Indonesia (Umum))Noceng(Sunda)Cak Ijo(Jawa)Greater Green Leafbird(Inggris)

Sinonim

Burung DaunCica-daun Besar

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Topeng hitam pada jantan, tubuh hijau dominan, paruh hitam tebal

Sering Tertukar Dengan

  • cica-daun-kecil:Cica-daun besar (Cucak Ijo) berukuran lebih besar (22cm vs 17cm) dan paruh lebih tebal kokoh

Tips Pengamatan

  • Carilah di tajuk pohon tinggi yang berbuah (ficus)
  • Dengarkan kicauan nyaring atau tiruan suara burung lain
  • Sering bergabung dalam kelompok campuran (bird wave)

Penghuni Kanopi Hutan

Burung ini menghuni tajuk-tajuk pohon tinggi di hutan hujan dataran rendah hingga ketinggian 1.000 mdpl. Mereka sering ditemukan di hutan

primer, hutan sekunder, hingga hutan rawa gambut. Sayangnya, ketergantungan mereka pada hutan dataran rendah menjadikan mereka sangat rentan

terhadap deforestasi dan alih fungsi lahan.


Pencinta Buah dan Nektar

Di habitat aslinya, Cucak Ijo adalah pemakan buah-buahan hutan (frugivora) yang juga menyukai nektar bunga. Lidah mereka memiliki ujung

seperti sikat (brush-tipped) yang adaptif untuk menyerap cairan manis. Namun, mereka juga pemburu serangga yang handal untuk memenuhi

kebutuhan protein, terutama saat masa berkembang biak.


Komposisi Pakan

omnivora
buah 50%
pisang , pepaya , buah ficus/beringin
serangga 40%
nektar 10%
sari bunga

Peta Persebaran

Status Endemik

Tersebar Luas

Negara

IndonesiaMalaysiaThailandMyanmarSingapuraBrunei

Fakta Menarik

  • Memiliki lidah berujung sikat (brush-tipped tongue) untuk menjilat nektar, mirip burung madu.
  • Warna hijaunya sangat persis dengan daun, kamuflase sempurna dari predator udara.
  • Satu-satunya burung dengan gaya tarung 'Ngentrok' (jambul tegak & sayap getar).
  • Sering meniru suara elang di alam liar untuk intimidasi.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal
Sosial: soliter atau berpasangan, kadang dalam kelompok campuran (bird wave)
Migrasi: Tidak

Kicauan bervariasi, terdiri dari siulan nyaring yang diselingi suara 'ledakan' pendek. Sangat pandai meniru suara burung lain (mimikri).

melodis volume keras variatif mimikri

Reproduksi

1-4

Telur

14

Hari Inkubasi

16

Hari Asuh

12

Bulan Dewasa

Musim Kawin

JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

Tipe Sarang

Bentuk cawan/mangkuk terbuka dari serat halus dan ranting di ujung percabangan

Sarang Cawan di Puncak Pohon

Mereka membangun sarang berbentuk cawan terbuka yang rapi dari serat halus dan ranting di ujung percabangan pohon tinggi. Meskipun bisa

berbiak sepanjang tahun, puncak aktivitas biasanya terjadi menjelang musim hujan saat ketersediaan pakan seperti serangga dan buah melimpah

untuk menunjang pertumbuhan anakan.


Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Fauna resmi Kabupaten Malang, Jawa Timur

Kepercayaan Lokal

Dipercaya meningkatkan gengsi karena harga stabil tinggi dan suara mewah.

Sejarah

Dideskripsikan Jardine & Selby 1827. Resmi dilindungi 2018.

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Ilegal (Tangkapan Liar), Wajib Izin Penangkaran (F2)
Tingkat KesulitanSedang

Memiliki mental 'fighter'. Saat diadu atau melihat lawan, sayap bergetar dan jambul tegak (Ngentrok). Butuh variasi buah dan serangga segar tiap hari.

Kisaran Harga

AnakanRp 300.000 - Rp 600.000
DewasaRp 1.000.000 - Rp 3.000.000
SepasangRp 3.000.000 - Rp 5.000.000

Harga pasar hobi (ilegal). Burung bersertifikat resmi penangkaran jauh lebih mahal dan jarang. Perdagangan tanpa izin adalah kriminal.

Update: Desember 2025

Galeri Foto

Suara & Kicauan

Master Mimikri Ulung

Cucak Ijo dikenal sebagai salah satu peniru suara terbaik. Di alam liar, mereka bisa meniru suara burung predator seperti elang untuk

menakuti pesaing. Dalam kontes, kemampuan ini dimanfaatkan untuk membawakan berbagai 'lagu' isian dengan volume suara yang keras dan tajam,

membuatnya menjadi kelas bergengsi di berbagai lomba burung berkicau.


Suara nyaring, variatif, sering meniru

"cuk-cuk-cuk-ledakan"

kicauan variasi 1194s

Credit: BurungSuper

kicauan variasi 2200s

Credit: BurungSuper

Frekuensi berkicau: sering

Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau9/10
Kesulitan Perawatan7/10 (Sedang)
Popularitas10/10
Vol. Suarakeras
Keaktifansangat-aktif
Umur Rata-rata10 Tahun
Pasartinggi-ilegal