Cucak Ijo
Chloropsis sonnerati
Panjang
22 cm
Berat
40-58 g
Habitat
Hutan Hujan Dataran Rendah
Reproduksi
1-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar masif untuk perdagangan burung kicau
- Hilangnya habitat hutan dataran rendah
- Konversi hutan menjadi perkebunan sawit
Upaya Konservasi
- Penetapan status dilindungi penuh (2018)
- Penyitaan perdagangan ilegal oleh BKSDA
- Kampanye pelestarian
Si Hijau Jawara Ngentrok
Cucak Ijo atau Cica-daun Besar memiliki tubuh yang diselimuti warna hijau daun cemerlang, memberikan kamuflase sempurna di tajuk pohon.
Ciri paling ikonik dari burung ini adalah gaya tarungnya yang disebut 'Ngentrok', yaitu perilaku mengembangkan bulu leher dan menggetarkan
sayap secara hiperaktif saat menghadapi lawan atau merasa terancam. Jantan memiliki topeng hitam tegas yang membedakannya dari betina.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Topeng hitam pada jantan, tubuh hijau dominan, paruh hitam tebal
Sering Tertukar Dengan
- cica-daun-kecil:Cica-daun besar (Cucak Ijo) berukuran lebih besar (22cm vs 17cm) dan paruh lebih tebal kokoh
Tips Pengamatan
- Carilah di tajuk pohon tinggi yang berbuah (ficus)
- Dengarkan kicauan nyaring atau tiruan suara burung lain
- Sering bergabung dalam kelompok campuran (bird wave)
Penghuni Kanopi Hutan
Burung ini menghuni tajuk-tajuk pohon tinggi di hutan hujan dataran rendah hingga ketinggian 1.000 mdpl. Mereka sering ditemukan di hutan
primer, hutan sekunder, hingga hutan rawa gambut. Sayangnya, ketergantungan mereka pada hutan dataran rendah menjadikan mereka sangat rentan
terhadap deforestasi dan alih fungsi lahan.
Pencinta Buah dan Nektar
Di habitat aslinya, Cucak Ijo adalah pemakan buah-buahan hutan (frugivora) yang juga menyukai nektar bunga. Lidah mereka memiliki ujung
seperti sikat (brush-tipped) yang adaptif untuk menyerap cairan manis. Namun, mereka juga pemburu serangga yang handal untuk memenuhi
kebutuhan protein, terutama saat masa berkembang biak.
Peta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Provinsi
Fakta Menarik
- Memiliki lidah berujung sikat (brush-tipped tongue) untuk menjilat nektar, mirip burung madu.
- Warna hijaunya sangat persis dengan daun, kamuflase sempurna dari predator udara.
- Satu-satunya burung dengan gaya tarung 'Ngentrok' (jambul tegak & sayap getar).
- Sering meniru suara elang di alam liar untuk intimidasi.
Perilaku & Suara
Kicauan bervariasi, terdiri dari siulan nyaring yang diselingi suara 'ledakan' pendek. Sangat pandai meniru suara burung lain (mimikri).
Reproduksi
1-4
Telur
14
Hari Inkubasi
16
Hari Asuh
12
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Sarang Cawan di Puncak Pohon
Mereka membangun sarang berbentuk cawan terbuka yang rapi dari serat halus dan ranting di ujung percabangan pohon tinggi. Meskipun bisa
berbiak sepanjang tahun, puncak aktivitas biasanya terjadi menjelang musim hujan saat ketersediaan pakan seperti serangga dan buah melimpah
untuk menunjang pertumbuhan anakan.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Fauna resmi Kabupaten Malang, Jawa Timur
Kepercayaan Lokal
Dipercaya meningkatkan gengsi karena harga stabil tinggi dan suara mewah.
Sejarah
Dideskripsikan Jardine & Selby 1827. Resmi dilindungi 2018.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Memiliki mental 'fighter'. Saat diadu atau melihat lawan, sayap bergetar dan jambul tegak (Ngentrok). Butuh variasi buah dan serangga segar tiap hari.
Kisaran Harga
Harga pasar hobi (ilegal). Burung bersertifikat resmi penangkaran jauh lebih mahal dan jarang. Perdagangan tanpa izin adalah kriminal.
Update: Desember 2025
Galeri Foto

Cucak Ijo jantan full body

Close up kepala jantan topeng hitam
Suara & Kicauan
Master Mimikri Ulung
Cucak Ijo dikenal sebagai salah satu peniru suara terbaik. Di alam liar, mereka bisa meniru suara burung predator seperti elang untuk
menakuti pesaing. Dalam kontes, kemampuan ini dimanfaatkan untuk membawakan berbagai 'lagu' isian dengan volume suara yang keras dan tajam,
membuatnya menjadi kelas bergengsi di berbagai lomba burung berkicau.
Suara nyaring, variatif, sering meniru
"cuk-cuk-cuk-ledakan"
Credit: BurungSuper
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sering
Pertanyaan Umum
YA, DILINDUNGI. Sejak 2018, melalui Permen LHK No. P.106/2018, Cica-daun Besar masuk dalam daftar satwa dilindungi. Memelihara tangkapan liar adalah tindakan ILEGAL.
Hanya BOLEH jika berasal dari hasil penangkaran resmi (generasi F2 ke atas) dan dilengkapi sertifikat SATS-DN dari BKSDA. Membeli di pasar gelap tanpa surat resmi berisiko pidana.
Jantan dewasa memiliki 'topeng' warna hitam di wajah hingga tenggorokan dan strip malar biru berkilau. Betina tidak memiliki warna hitam di wajah, tenggorokannya berwarna kuning muda.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar masif untuk perdagangan burung kicau
- Hilangnya habitat hutan dataran rendah
- Konversi hutan menjadi perkebunan sawit
Upaya Konservasi
- Penetapan status dilindungi penuh (2018)
- Penyitaan perdagangan ilegal oleh BKSDA
- Kampanye pelestarian
Fakta Menarik
- Memiliki lidah berujung sikat (brush-tipped tongue) untuk menjilat nektar, mirip burung madu.
- Warna hijaunya sangat persis dengan daun, kamuflase sempurna dari predator udara.
- Satu-satunya burung dengan gaya tarung 'Ngentrok' (jambul tegak & sayap getar).
- Sering meniru suara elang di alam liar untuk intimidasi.