Lovebird
Agapornis sp.
Panjang
13-17 cm
Berat
40-60 g
Habitat
Savana kering (Asal)
Reproduksi
4-6 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perubahan habitat di Afrika
- Invasif di Indonesia jika dilepasliarkan
Upaya Konservasi
- Budidaya mutasi warna mengurangi impor liar
Burung Cinta Penuh Warna
Lovebird (Agapornis) dinamai demikian karena ikatan pasangannya yang sangat kuat; mereka sering terlihat duduk berdempetan dan saling menyelisik bulu.
Fisiknya mungil dengan paruh bengkok yang kuat khas ordo Psittaciformes. Di Indonesia, hasil budidaya (avikultur) telah menghasilkan ratusan variasi warna
(mutasi) yang menakjubkan, mulai dari seri hijau, biru, parblue, biola, hingga euwing. Secara garis besar dibagi dua: jenis Kacamata/Klep (Fischeri/Personatus)
yang memiliki ring putih di mata, dan Non-Kacamata (Roseicollis).
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Paruh bengkok kecil dan ngekek.
Sering Tertukar Dengan
- serindit:Serindit lebih kecil dan menggantung terbalik (hanging parrot), Lovebird petengger.
Tips Pengamatan
- Sangat mudah ditemukan di mana saja.
Sukses di Penangkaran, Terancam di Afrika
Meski di habitat aslinya di Afrika beberapa spesiesnya terancam punah (Near Threatened), di Indonesia Lovebird justru melimpah ruah berkat keberhasilan penangkaran.
Saking suksesnya, kini sering terjadi oversupply yang membuat harganya sangat terjangkau. Namun, penting diingat untuk TIDAK melepasliarkan Lovebird ke alam
Indonesia, karena sifatnya yang teritorial bisa mengusir burung-burung lokal dari sarangnya (potensi invasif).
Diet Biji-bijian Sederhana
Perawatan Lovebird sangat mudah karena pakan utamanya adalah biji milet (putih/merah) yang murah dan awet. Untuk kebutuhan nutrisi tambahan dan memicu birahi
saat diternak, mereka sangat menyukai jagung manis muda dan kangkung. Ketersediaan pakan yang mudah ini menjadi salah satu alasan kenapa Lovebird menjadi
burung peliharaan paling massal di Indonesia.
Komposisi Pakan
granivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Fakta Menarik
- Betina punya kebiasaan unik menyelipkan potongan kertas/daun di bulu ekornya untuk dibawa ke sarang.
- Gigitannya sangat kuat, bisa melukai jari manusia sampai berdarah.
- Sempat mengalami fase 'Bubble Economy' di mana harganya tidak masuk akal, mirip fenomena Gelombang Cinta.
Perilaku & Suara
Suara 'Ngekek' yang kasar, cepat, dan monoton. Durasi ngekek yang panjang tanpa putus adalah kriteria penilaian utama dalam lomba ('Konslet').
Reproduksi
4-6
Telur
22
Hari Inkubasi
42
Hari Asuh
9
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Mesin Cetak Rupiah (Dulu)
Lovebird sangat mudah berkembang biak. Sepasang indukan bisa menghasilkan 4-6 anakan setiap 2 bulan. Kemudahan ini sempat menciptakan gelombang 'Peternak Dadakan'
pada era 2015-2018, dimana ribuan orang mendadak membuat kandang ternak di rumah. Meski kini harganya normal kembali, beternak Lovebird tetap menjadi hobi yang
menyenangkan dan cocok untuk pemula yang ingin belajar genetika warna.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Simbol Cinta (Valentine)
Kepercayaan Lokal
-
Sejarah
Mengalami 'Bubble Economy' pada 2015-2018 dimana harga mencapai miliaran, lalu crash pada 2020 karena oversupply.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Burung 'sejuta umat' yang sangat tahan banting. Hati-hati penyakit virus PBFD (bulu rontok/paruh rusak) yang menular cepat.
Kisaran Harga
Harga terpolarisasi ekstrem: Lovebird Sayur harganya hancur, Lovebird Konslet (Gacor) tetap mahal.
Update: Desember 2025
Galeri Foto

Tampilan seluruh badan sepasang Lovebird dengan variasi mutasi warna

Close up kepala Lovebird memperlihatkan lingkaran putih di mata dan paruh bengkok
Suara & Kicauan
Fenomena Ngekek Panjang
Daya tarik utama Lovebird di arena lomba adalah suara 'ngekek'-nya. Penilaian didasarkan pada durasi bunyi tanpa putus. Muncul istilah 'Lovebird Konslet',
yaitu burung yang memiliki stamina dan karakter unik untuk bunyi terus-menerus (gacor) seolah tanpa lelah, seringkali dengan gaya tidur atau mendongak.
Burung spek konslet inilah yang harganya tetap bertahan tinggi di tengah anjloknya harga pasar umum.
Ngekek monoton rapat.
"kek-kek-kek"
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sangat-sering
Pertanyaan Umum
'Lovebird Sayur' adalah istilah pasar untuk burung kualitas biasa (biasanya warna hijau standar/josan) yang harganya sangat murah (bisa Rp 30-50 ribu). 'Lovebird Konslet' adalah burung yang sudah terlatih atau punya bakat ngekek berdurasi panjang dan jeda rapat, harganya bisa jutaan hingga ratusan juta.
Lovebird monomorfik (visual sama). Cara paling akurat adalah Tes DNA. Tanda perilaku: Betina biasanya merentangkan sayap ('ngapal/bebek') saat birahi dan menyelipkan bahan sarang di ekornya. Jantan biasanya mengangguk-angguk dan memutari betina ('gergaji') serta mencoba mengawini (gestur kawin).
Sangat TIDAK DISARANKAN. Lovebird bukan burung asli Indonesia. Mereka agresif dan bisa menjadi spesies invasif yang merebut lubang sarang dan sumber makanan burung endemik asli Nusantara.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perubahan habitat di Afrika
- Invasif di Indonesia jika dilepasliarkan
Upaya Konservasi
- Budidaya mutasi warna mengurangi impor liar
Fakta Menarik
- Betina punya kebiasaan unik menyelipkan potongan kertas/daun di bulu ekornya untuk dibawa ke sarang.
- Gigitannya sangat kuat, bisa melukai jari manusia sampai berdarah.
- Sempat mengalami fase 'Bubble Economy' di mana harganya tidak masuk akal, mirip fenomena Gelombang Cinta.