Ciblek / Perenjak Jawa (Prinia familiaris) jantan berkicau dengan gagah
LC Endemik Indonesia

Ciblek

Prinia familiaris

Panjang

13-14 cm

Berat

8-12 g

Habitat

Pekarangan Rumah

Reproduksi

2-4 telur

Status Konservasi

LC
Least Concern
IUCN Red List
Status Indonesia Tidak Dilindungi (Permen LHK P.106/2018)
CITES Tidak Terdaftar
Tren Populasi menurun (akibat tangkapan liar masif)

Ancaman Utama

  • Perburuan liar untuk pasar burung ombyokan
  • Hilangnya habitat pekarangan akibat pemukiman padat

Upaya Konservasi

  • Kampanye 'Biarkan Prenjak di Alam' sebagai pengendali hama
  • Penangkaran/Breeding skala hobiis mulai marak

Si Kecil dengan Mental Fighter

Perenjak Jawa, atau populer dengan sebutan Ciblek, adalah burung petarung sejati meski bertubuh mungil (13 cm). Ciri khas utamanya

adalah ekor panjang yang agresif digerakkan naik-turun dan dua garis putih pada sayap yang membedakannya dari kerabat lain. Di dunia hobi,

dikenal dua varian populer: Ciblek Semi (dada kekuningan) dan Ciblek Kristal (dada putih bersih).


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Passeriformes
Genus Prinia
Spesies Prinia familiaris
Subspesies P. f. familiaris (Jawa Timur, Bali), P. f. olivacea (Jawa Barat/Sumatera Selatan)

Nama Lokal

Prenjak Tamu / Prenjak Klawu(Jawa (Umum))Ciblek / Ciblek Jawa(Pasar Burung)Cici(Sunda)Bar-winged Prinia(Inggris)

Sinonim

Perenjak JawaCiblek KebunCiblek KristalCiblek SemiBar-winged Wren-Warbler

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Dua garis sayap putih dan ekor panjang.

Sering Tertukar Dengan

  • perenjak-sawah:Perenjak Sawah ekornya lebih pendek dan tidak agresif diangkat.

Tips Pengamatan

  • Dengar suara 'ciblek-ciblek' di pagar rumah.

Sahabat Petani dan Pekebun

Ciblek sangat adaptif dan menyukai habitat terbuka seperti pekarangan rumah, tepi perkebunan teh, dan taman kota. Mereka sering terlihat

berlompatan lincah di semak-semak rendah mencari mangsa. Sayangnya, kemudahannya ditemukan di sekitar pemukiman menjadikannya target

perburuan liar yang masif untuk mengisi pasar burung ombyokan.


Wajib Kroto agar Ngebren

Di alam liar, Ciblek adalah pengendali hama yang efektif membasmi ulat daun. Dalam perawatan manusia, Ciblek membutuhkan asupan protein tinggi

untuk menjaga stamina tempurnya. Kroto (telur semut rangrang) adalah menu wajib harian agar burung rajin mengeluarkan suara tembakan

"ngebren"-nya. Jangkrik kecil juga diberikan sebagai pendongkrak birahi.


Komposisi Pakan

insektivora
Serangga Liar 15%
belalang , laba-laba
Nektar 5%
nektar bunga pisang/benalu

Peta Persebaran

Status Endemik

Endemik Indonesia

Negara

Indonesia

Fakta Menarik

  • Memiliki gaya tarung fighter sejati, berani mengadu paruh di jeruji sangkar saat bertemu lawan.
  • Jantan dan betina sering melakukan 'Duet Maut' (antiphonal singing) yang sangat kompak hingga terdengar seperti satu suara.
  • Sarangnya unik berbentuk bola tertutup dengan pintu samping, dijahit pada daun lebar menggunakan jaring laba-laba.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal
Sosial: berpasangan atau kelompok keluarga (3-5 ekor)
Migrasi: Tidak

Memiliki dua tipe suara khas: 1) Suara panggilan/mitos 'ci-blek... ci-blek...' yang cempreng. 2) Suara tarung/lomba 'Ngebren' yaitu tembakan rapat seperti senapan mesin ('bret-bret-bret') dengan tempo tinggi.

ngebren (tembakan rapat) kristal (nyaring) cempreng antiphonal (duet jantan-betina)

Reproduksi

2-4

Telur

13

Hari Inkubasi

15

Hari Asuh

8

Bulan Dewasa

Musim Kawin

Sepanjang TahunPuncak: Maret-Juni

Tipe Sarang

Kubah lonjong dijahit pada daun lebar atau di anyam pada rumput tinggi

Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Pembawa Kabar

Kepercayaan Lokal

Mitos Jawa: Jika berkicau nyaring di kanan/depan rumah = akan ada tamu istimewa/rezeki. Jika di kiri/belakang = kabar kurang enak.

Sejarah

Awalnya hanya burung 'penganggu' kebun, lalu naik kelas menjadi burung lomba bergengsi karena kemampuan 'Ngebren'-nya.

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Legal
Tingkat KesulitanSedang

Burung metabolisme tinggi. Wajib sedia Kroto segar harian agar gacor. Rentan stres dan mati mendadak jika lingkungan tidak nyaman.

Kisaran Harga

AnakanRp 35.000 - Rp 50.000
DewasaRp 150.000 - Rp 300.000
SepasangRp 500.000 - Rp 1.000.000

Harga 'Ciblek Kristal' atau 'Ciblek Gunung' yang sudah prestasi bisa mencapai jutaan rupiah.

Update: Desember 2025

Galeri Foto

Suara & Kicauan

Suara Ngebren dan Mitos Tamu

Burung ini memiliki dua sisi unik: 1) Sisi Mistik: Di pedesaan Jawa, kicauan "ci-blek... ci-blek" yang nyaring di depan rumah dipercaya

sebagai pertanda akan datangnya tamu atau rezeki. 2) Sisi Lomba: Di arena gantangan, suara tembakan cepat dan rapat seperti senapan mesin

yang disebut "Ngebren" menjadi penilaian utama dan sangat bergengsi.


Tembakan rapat ngebren.

"bret-bret-bret"

ngebren rapat60s

Credit: BurungSuper

Frekuensi berkicau: sering

Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau8/10
Kesulitan Perawatan5/10 (Sedang)
Popularitas8/10
Vol. Suarakeras-menembak
Keaktifanlincah
Umur Rata-rata5 Tahun
Pasarmelimpah

Sering Dibandingkan: