Ciblek
Prinia familiaris
Panjang
13-14 cm
Berat
8-12 g
Habitat
Pekarangan Rumah
Reproduksi
2-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar untuk pasar burung ombyokan
- Hilangnya habitat pekarangan akibat pemukiman padat
Upaya Konservasi
- Kampanye 'Biarkan Prenjak di Alam' sebagai pengendali hama
- Penangkaran/Breeding skala hobiis mulai marak
Si Kecil dengan Mental Fighter
Perenjak Jawa, atau populer dengan sebutan Ciblek, adalah burung petarung sejati meski bertubuh mungil (13 cm). Ciri khas utamanya
adalah ekor panjang yang agresif digerakkan naik-turun dan dua garis putih pada sayap yang membedakannya dari kerabat lain. Di dunia hobi,
dikenal dua varian populer: Ciblek Semi (dada kekuningan) dan Ciblek Kristal (dada putih bersih).
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Dua garis sayap putih dan ekor panjang.
Sering Tertukar Dengan
- perenjak-sawah:Perenjak Sawah ekornya lebih pendek dan tidak agresif diangkat.
Tips Pengamatan
- Dengar suara 'ciblek-ciblek' di pagar rumah.
Sahabat Petani dan Pekebun
Ciblek sangat adaptif dan menyukai habitat terbuka seperti pekarangan rumah, tepi perkebunan teh, dan taman kota. Mereka sering terlihat
berlompatan lincah di semak-semak rendah mencari mangsa. Sayangnya, kemudahannya ditemukan di sekitar pemukiman menjadikannya target
perburuan liar yang masif untuk mengisi pasar burung ombyokan.
Wajib Kroto agar Ngebren
Di alam liar, Ciblek adalah pengendali hama yang efektif membasmi ulat daun. Dalam perawatan manusia, Ciblek membutuhkan asupan protein tinggi
untuk menjaga stamina tempurnya. Kroto (telur semut rangrang) adalah menu wajib harian agar burung rajin mengeluarkan suara tembakan
"ngebren"-nya. Jangkrik kecil juga diberikan sebagai pendongkrak birahi.
Komposisi Pakan
insektivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Endemik IndonesiaNegara
Pulau Utama
Provinsi
Fakta Menarik
- Memiliki gaya tarung fighter sejati, berani mengadu paruh di jeruji sangkar saat bertemu lawan.
- Jantan dan betina sering melakukan 'Duet Maut' (antiphonal singing) yang sangat kompak hingga terdengar seperti satu suara.
- Sarangnya unik berbentuk bola tertutup dengan pintu samping, dijahit pada daun lebar menggunakan jaring laba-laba.
Perilaku & Suara
Memiliki dua tipe suara khas: 1) Suara panggilan/mitos 'ci-blek... ci-blek...' yang cempreng. 2) Suara tarung/lomba 'Ngebren' yaitu tembakan rapat seperti senapan mesin ('bret-bret-bret') dengan tempo tinggi.
Reproduksi
2-4
Telur
13
Hari Inkubasi
15
Hari Asuh
8
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Pembawa Kabar
Kepercayaan Lokal
Mitos Jawa: Jika berkicau nyaring di kanan/depan rumah = akan ada tamu istimewa/rezeki. Jika di kiri/belakang = kabar kurang enak.
Sejarah
Awalnya hanya burung 'penganggu' kebun, lalu naik kelas menjadi burung lomba bergengsi karena kemampuan 'Ngebren'-nya.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Burung metabolisme tinggi. Wajib sedia Kroto segar harian agar gacor. Rentan stres dan mati mendadak jika lingkungan tidak nyaman.
Kisaran Harga
Harga 'Ciblek Kristal' atau 'Ciblek Gunung' yang sudah prestasi bisa mencapai jutaan rupiah.
Update: Desember 2025
Galeri Foto

Tampilan seluruh badan Ciblek memperlihatkan dua garis sayap putih yang khas

Detail kepala Ciblek menonjolkan mata gelap dan paruh runcing
Suara & Kicauan
Suara Ngebren dan Mitos Tamu
Burung ini memiliki dua sisi unik: 1) Sisi Mistik: Di pedesaan Jawa, kicauan "ci-blek... ci-blek" yang nyaring di depan rumah dipercaya
sebagai pertanda akan datangnya tamu atau rezeki. 2) Sisi Lomba: Di arena gantangan, suara tembakan cepat dan rapat seperti senapan mesin
yang disebut "Ngebren" menjadi penilaian utama dan sangat bergengsi.
Tembakan rapat ngebren.
"bret-bret-bret"
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sering
Pertanyaan Umum
Ini adalah pengelompokan hobiis berdasarkan warna. Ciblek Semi memiliki warna dada hingga perut kekuningan (umumnya ras familiaris). Ciblek Kristal (Putih) memiliki dada hingga perut berwarna putih bersih (umumnya ras olivacea atau varian tertentu), suaranya dinilai lebih nyaring/kristal.
Dalam Primbon Jawa: Bunyi di Kanan/Depan = Pertanda baik, tamu agung, atau rezeki. Bunyi di Kiri/Belakang = Pertanda kabar kurang menyenangkan atau gunjingan tetangga.
Ciblek sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan pakan. Macet bunyi biasanya karena: 1) Kurang asupan Kroto (protein drop), 2) Kalah mental setelah ditarungkan (stress), atau 3) Sedang masa mabung (ganti bulu).
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan liar untuk pasar burung ombyokan
- Hilangnya habitat pekarangan akibat pemukiman padat
Upaya Konservasi
- Kampanye 'Biarkan Prenjak di Alam' sebagai pengendali hama
- Penangkaran/Breeding skala hobiis mulai marak
Fakta Menarik
- Memiliki gaya tarung fighter sejati, berani mengadu paruh di jeruji sangkar saat bertemu lawan.
- Jantan dan betina sering melakukan 'Duet Maut' (antiphonal singing) yang sangat kompak hingga terdengar seperti satu suara.
- Sarangnya unik berbentuk bola tertutup dengan pintu samping, dijahit pada daun lebar menggunakan jaring laba-laba.