Pleci
Zosterops melanurus (Jawa) / Z. palpebrosus (Sumatera)
Panjang
10-11 cm
Berat
8-11 g
Habitat
Hutan sekunder
Reproduksi
2-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar massal ('Ombyokan') untuk lomba
- Perdagangan lintas pulau
Upaya Konservasi
- Komunitas Pleci Mania menggalakkan breeding
- Razia pasar untuk spesies dilindungi (Z. flavus)
Si Mungil Berkacamata
Pleci atau Zosterops mudah dikenali dari ukuran tubuhnya yang sangat mungil (sekitar 11 cm) dan lingkaran bulu putih di sekitar matanya yang menyerupai kacamata.
Warna tubuhnya didominasi hijau zaitun kekuningan. Di Indonesia, terdapat dua varian populer: Pleci Dakun (Dada Kuning) yang kini diklasifikasikan sebagai
Zosterops melanurus (banyak di Jawa), dan Pleci Daput (Dada Putih/Kapur) atau Zosterops palpebrosus buxtoni. Gerakannya yang hiperaktif dan tidak
bisa diam adalah ciri khas utamanya.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Lingkaran kacamata putih.
Sering Tertukar Dengan
- sogon:Sogon berparuh panjang melengkung, Pleci paruh pendek lurus.
Tips Pengamatan
- Cari di pohon rimbun.
- Panggil dengan MP3 pleci, pasti nyahut.
Sang 'Great Speciator'
Pleci dijuluki 'Great Speciator' karena kemampuannya berevolusi dengan cepat menjadi spesies baru saat terisolasi di pulau-pulau. Inilah sebabnya Indonesia
memiliki puluhan jenis Pleci endemik (seperti di Sulawesi dan Nusa Tenggara). Habitatnya sangat luas, mulai dari hutan mangrove di tepi laut (Zosterops flavus)
hingga hutan lumut di puncak gunung. Namun, mereka paling mudah ditemui di hutan sekunder dan pekarangan yang rimbun.
Mesin Metabolisme Cepat
Pleci memiliki metabolisme tubuh yang sangat cepat. Di alam, mereka terus bergerak mencari nektar bunga, buah-buahan manis, dan serangga kecil. Dalam perawatan,
kesalahan fatal pemula adalah hanya memberi voer tanpa asupan gula/nektar yang cukup. Hal ini bisa menyebabkan burung kurus kering ('nyilet') dan mati kelaparan
dalam hitungan jam. Asupan pisang kepok, jeruk, atau larutan air gula/nektar buatan adalah menu wajib.
Peta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
Fakta Menarik
- Memiliki metabolisme super cepat, bisa mati jika tidak makan dalam beberapa jam.
- Sarangnya direkatkan dengan jaring laba-laba, cap engineering alam yang canggih.
- Populasi di satu pulau bisa berevolusi jadi spesies baru relatif 'cepat' (Great Speciator).
Perilaku & Suara
Suara panggilan 'ciiw-ciiw' yang konstan saat terbang. Kicauan jantan (ngalas) sangat bervariasi, cepat, melengking (high pitch), dan ngeroll.
Reproduksi
2-4
Telur
11
Hari Inkubasi
11
Hari Asuh
8
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Sarang Jaring Laba-laba
Pleci membangun sarang berbentuk cawan kecil yang sangat rapi dan artistik. Uniknya, mereka menggunakan jaring laba-laba sebagai bahan perekat utama untuk mengikat
serat-serat halus pada ranting pohon. Sarang ini sangat kuat namun elastis. Upaya penangkaran Pleci kini mulai digalakkan oleh komunitas untuk mengurangi
ketergantungan pada tangkapan alam yang masif (ombyokan).
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Kecil-kecil Cabe Rawit
Kepercayaan Lokal
-
Sejarah
Dideskripsikan Temminck 1824. Meledak populer di tahun 2010-an ('Demam Pleci'), mengubahnya dari burung mainan anak-anak menjadi komoditas lomba bernilai tinggi.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Burung koloni yang mudah stres jika sendirian. Wajib asupan glukosa (nektar/gula) yang tinggi karena metabolisme sangat cepat.
Kisaran Harga
Bahan ombyokan murah meriah. Burung juara nasional harganya bisa ratusan juta.
Update: 2025-12-26
Galeri Foto

Tampilan seluruh badan Pleci dalam pose berkicau atau ngalas

Detail kepala Pleci, fokus pada lingkaran putih tebal di sekitar mata
Suara & Kicauan
Ngalas dan Ngeroll
Meski kecil, suara Pleci sangat melengking dan tajam. Kicauan khasnya disebut 'Ngalas', yaitu suara alamiah yang bervariasi, cepat, dan rapat. Saat lomba,
Pleci dituntut untuk 'buka paruh' maksimal dengan volume tembus. Karena hidup berkelompok, mereka sangat brisik dan terus saling memanggil ('call') satu sama lain.
Ciw ciw ngalas.
"ciw-ciw"
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sangat-sering
Pertanyaan Umum
Dakun (Dada Kuning) memiliki warna kuning terang dari tenggorokan hingga perut, umumnya adalah jenis Zosterops melanurus (Jawa). Daput (Dada Putih) memiliki perut berwarna abu-abu keputihan, umumnya Zosterops palpebrosus buxtoni. Di pasar, Dakun biasanya lebih diminati.
Hati-hati! Sebagian besar Pleci pasar (Dakun/Daput) BELUM dilindungi. Namun, spesies tertentu seperti Kacamata Jawa/Pleci Laut (Zosterops flavus) yang berwarna kuning polos dan hidup di mangrove ADALAH SATWA DILINDUNGI. Jangan sampai salah beli.
Kemungkinan besar kurang asupan energi cepat (gula). Metabolisme Pleci sangat ngebut. Jika hanya diberi voer tanpa buah manis atau air nektar, mereka akan kehabisan energi, kurus (nyilet), dan mati. Pastikan selalu tersedia pisang/jeruk/nektar.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar massal ('Ombyokan') untuk lomba
- Perdagangan lintas pulau
Upaya Konservasi
- Komunitas Pleci Mania menggalakkan breeding
- Razia pasar untuk spesies dilindungi (Z. flavus)
Fakta Menarik
- Memiliki metabolisme super cepat, bisa mati jika tidak makan dalam beberapa jam.
- Sarangnya direkatkan dengan jaring laba-laba, cap engineering alam yang canggih.
- Populasi di satu pulau bisa berevolusi jadi spesies baru relatif 'cepat' (Great Speciator).