Rangkong Gading
Rhinoplax vigil
Panjang
110-120 cm
Berat
2600-3100 g
Habitat
Hutan Hujan Dataran Rendah Primer
Reproduksi
1-2 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan target khusus untuk 'Gading Merah' (Red Ivory)
- Penebangan liar pohon bersarang
- Laju reproduksi sangat lambat
Upaya Konservasi
- Patroli anti-perburuan
- Penegakan hukum perdagangan gading merah
- Pemasangan sarang buatan
Ciri Fisik dan 'Gading Merah'
Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) adalah spesies terbesar di Sundaland dengan panjang total mencapai 160-170 cm (termasuk ekor).
Keunikan utamanya adalah balung (casque) di kepalanya yang berstruktur PADAT (solid keratin), tidak berongga seperti rangkong lain.
Balung ini berwarna merah di bagian depan, yang sering disebut 'Gading Merah'. Jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah dari
kulit lehernya yang gundul: Jantan berwarna Merah menyala, sedangkan Betina berwarna Biru atau Putih pucat.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Balung merah padat dan ekor tengah panjang.
Sering Tertukar Dengan
- enggang-papan:Enggang Papan punya balung kuning berongga dan sayap kepakan tidak mendesing keras.
Tips Pengamatan
- Cari pohon ara yang sedang berbuah di hutan primer.
- Dengar suara tawa manik dari kejauhan.
Penghuni Kanopi Hutan Primer
Spesies ini sangat bergantung pada hutan hujan dataran rendah primer yang masih utuh. Mereka membutuhkan pohon-pohon raksasa
(emergent trees) dari famili Dipterocarpaceae untuk bersarang dan mencari makan. Rentang sayapnya yang mencapai 2 meter
membutuhkan ruang terbang yang luas di atas kanopi hutan.
Petani Hutan Spesialis Ara
Rangkong Gading adalah spesialis pemakan buah Ara (Ficus spp.) yang mencakup 98% dietnya. Karena daya jelajahnya yang sangat luas
(bisa terbang puluhan kilometer) dan kemampuannya memuntahkan biji-bijian utuh, mereka memegang peranan vital sebagai agen penyebar
biji dan 'petani hutan' yang menjaga regenerasi hutan hujan tropis.
Komposisi Pakan
frugivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
- Aceh
- Riau
- Jambi
- Sumatera Barat
- Kalimantan Barat
- + 2 lainnya
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung di dunia dengan 'gading' solid di kepala, berbeda dengan rangkong lain yang berongga.
- Suara kepakan sayapnya sangat keras, terdengar mendesing seperti mesin jet saat melintas di atas hutan.
- Statusnya melompat drastis dari Near Threatened langsung ke Critically Endangered pada 2015 akibat perburuan 'Gading Merah'.
Perilaku & Suara
Serangkaian nada 'tok... tok...' lambat yang berakselerasi makin cepat seperti mesin uap, diakhiri tawa manik 'hi-hi-hi-hi' keras.
Reproduksi
1-2
Telur
42
Hari Inkubasi
140
Hari Asuh
54
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Siklus Reproduksi Lambat
Rangkong Gading memiliki laju reproduksi yang sangat lambat. Mereka monogami dan betina akan mengurung diri di dalam lubang pohon
yang ditutup lumpur selama masa inkubasi (40-45 hari) dan pengasuhan anak (130-150 hari). Selama periode ini, jantan bertugas
penuh menyuplai makanan. Mereka biasanya hanya menghasilkan satu anak setiap pembiakan.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Simbol Provinsi Kalimantan Barat
Kepercayaan Lokal
Bagi Dayak: penjelmaan roh leluhur dan penjaga sungai kehidupan. Bulu ekor simbol kepemimpinan.
Sejarah
Dideskripsikan oleh Thomas Pennant (1781). Genus Rhinoplax = 'hidung berlapis baja'.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Mustahil dipelihara (Diet spesifik & butuh ruang terbang luas). Rentan stres. Perdagangan fokus pada kepala/balung potong.
Kisaran Harga
Tidak tersedia di pasaran
WARNING: Status CR. Nilai 'Gading Merah' (Casque) di pasar gelap bisa 3-5x gading gajah. Estimasi harga balung mentah: Rp 40jt - 50jt.
Update: 2023
Galeri Foto

Rangkong Gading terbang

Detail balung gading merah
Suara & Kicauan
Tawa Manik Penjaga Hutan
Suara Rangkong Gading adalah salah satu bunyi paling ikonik dan magis di hutan Kalimantan dan Sumatera. Panggilannya dimulai dengan
serangkaian nada 'tok... tok...' yang lambat, kemudian berakselerasi makin cepat seperti mesin uap atau bola pingpong yang jatuh,
dan diakhiri tawa manik 'hi-hi-hi-hi' yang keras dan menggema jauh hingga beberapa kilometer.
Tawa manik crescendo.
"tock... tock... hi-hi-hi"
Credit: xeno-canto
Frekuensi berkicau: jarang
Pertanyaan Umum
Red Ivory adalah sebutan untuk balung (casque) Rangkong Gading yang padat dan solid. Material ini lebih lunak dari gading gajah namun sangat didambakan di pasar gelap Tiongkok untuk diukir, memicu perburuan massal yang menyebabkan spesies ini berstatus Kritis.
Perbedaan paling mencolok ada pada warna kulit lehernya yang gundul dan bergelambir. Jantan memiliki leher berwarna MERAH menyala, sedangkan Betina memiliki leher berwarna BIRU atau PUTIH pucat.
Karena mereka memakan buah Ara dalam jumlah besar dan terbang sangat jauh melintasi hutan. Mereka menyebarkan biji-biji pohon lewat kotoran atau muntahannya di lokasi yang jauh dari pohon induk, membantu regenerasi hutan secara alami.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Perburuan target khusus untuk 'Gading Merah' (Red Ivory)
- Penebangan liar pohon bersarang
- Laju reproduksi sangat lambat
Upaya Konservasi
- Patroli anti-perburuan
- Penegakan hukum perdagangan gading merah
- Pemasangan sarang buatan
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung di dunia dengan 'gading' solid di kepala, berbeda dengan rangkong lain yang berongga.
- Suara kepakan sayapnya sangat keras, terdengar mendesing seperti mesin jet saat melintas di atas hutan.
- Statusnya melompat drastis dari Near Threatened langsung ke Critically Endangered pada 2015 akibat perburuan 'Gading Merah'.
Peta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
- Aceh
- Riau
- Jambi
- Sumatera Barat
- Kalimantan Barat
- + 2 lainnya