Trulek Jawa
Vanellus macropterus
Panjang
27-29 cm
Berat
200-300 g
Habitat
Rawa air tawar
Reproduksi
3-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Alih fungsi lahan rawa jadi sawah/tambak
- Perburuan liar di masa lalu
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Survei intensif Muara Gembong/Lumajang
- Kampanye 'Wanted' untuk laporan warga
Si Kaki Panjang yang Hilang
Trulek Jawa adalah burung air yang elegan dengan kaki panjang berwarna kuning kehijauan dan tubuh tegap. Ciri paling mencolok adalah
adanya gelambir (wattle) kulit berwarna kuning pucat di pangkal paruhnya yang memberikan ekspresi wajah khas. Di bagian lengkungan
sayapnya terdapat taji (spur) berwarna hitam yang tajam, senjata efektif untuk mengusir pengganggu.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Gelambir kuning di wajah dan taji di sayap.
Sering Tertukar Dengan
- trulek-topeng:Trulek Topeng (Australia) mirip tapi persebarannya sangat berbeda dan memiliki topeng kuning lebih besar.
Tips Pengamatan
- Cari di daerah rawa terpencil yang jauh dari pemukiman.
- Hati-hati dengan suara gemerincing mendadak.
Habitat yang Tergusur
Trulek Jawa secara spesifik menghuni ekosistem rawa air tawar dan delta sungai berlumpur di Jawa bagian utara dan selatan.
Mereka menyukai area terbuka dengan vegetasi rendah agar mudah memantau bahaya. Konversi masif lahan-lahan ini menjadi sawah
dan tambak ikan sepanjang abad ke-20 diduga menjadi penyebab utama kepunahannya.
Predator Lahan Basah
Penghuni rawa ini adalah karnivora yang memangsa invertebrata air seperti siput, larva serangga, dan cacing di lumpur basah.
Mereka juga memburu serangga darat seperti belalang dan jangkrik di padang rumput sekitar rawa. Sayangnya, habitat mencari makannya
kini hampir seluruhnya telah berubah menjadi lahan pertanian intensif.
Peta Persebaran
Status Endemik
Endemik IndonesiaNegara
Provinsi
Fakta Menarik
- Memiliki taji hitam tajam di sayapnya (seperti taji ayam jago) untuk bertarung.
- Belum pernah difoto dalam keadaan hidup; spesies 'hantu' bagi fotografer burung.
- Dianggap keramat di Lumajang karena sayapnya menyerupai Keris saat terbang.
Perilaku & Suara
Panggilan keras 'kree-kree' atau gemerincing kasar seperti terompet mainan (hoarse toy-trumpet sound).
Reproduksi
3-4
Telur
Musim Kawin
Tipe Sarang
Bersarang di Tanah
Musim berbiak diperkirakan bertepatan dengan musim hujan (Oktober-Desember). Mereka tidak membuat sarang rumit, melainkan hanya
membuat cekungan dangkal di tanah (scrape) yang dilapisi rumput kering. Telurnya berwarna kuning kecokelatan dengan bercak hitam
pekat, menyamar sempurna dengan tanah di sekitarnya.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Ikon 'Lost Species' Jawa
Kepercayaan Lokal
Di Lumajang ('Plirik'), dianggap keramat karena pola sayap terbangnya menyerupai Keris pusaka.
Sejarah
Dideskripsikan Wagler (1827). Terakhir terlihat pasti tahun 1940 di Citarum.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Spesies kemungkinan besar punah. Tidak ada catatan pemeliharaan dalam avikultur modern.
Kisaran Harga
Tidak tersedia di pasaran
Spesies dianggap PUNAH. Tidak ada nilai pasar.
Update: 1940-01-01
Suara & Kicauan
Seruan Terompet Mainan
Berdasarkan catatan lama, suara burung ini dideskripsikan sangat keras dan tidak melodis. Bunyinya seperti 'kree-kree' atau
gemerincing kasar yang sering disamakan dengan suara terompet mainan (hoarse toy-trumpet). Suara ini digunakan untuk menandai
wilayah teritorial yang mereka pertahankan dengan agresif.
Pertanyaan Umum
Secara resmi IUCN melabelinya 'Critically Endangered (Possibly Extinct)'. Artinya, kemungkinan besar punah karena tidak ada bukti foto/spesimen baru sejak 1940, namun para ahli masih berharap ada populasi tersembunyi yang tersisa.
Di Lumajang, burung ini dikenal dengan nama 'Plirik'. Masyarakat lokal zaman dulu mempercayai bahwa pola warna hitam-putih di sayapnya saat terbang membentuk siluet Keris, sehingga burung ini dianggap keramat atau memiliki kaitan mistis.
Sayangnya, TIDAK ADA foto Trulek Jawa hidup di alam liar yang pernah didokumentasikan. Semua gambar yang ada saat ini hanyalah ilustrasi seniman atau foto dari spesimen awetan tua di museum.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Alih fungsi lahan rawa jadi sawah/tambak
- Perburuan liar di masa lalu
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Survei intensif Muara Gembong/Lumajang
- Kampanye 'Wanted' untuk laporan warga
Fakta Menarik
- Memiliki taji hitam tajam di sayapnya (seperti taji ayam jago) untuk bertarung.
- Belum pernah difoto dalam keadaan hidup; spesies 'hantu' bagi fotografer burung.
- Dianggap keramat di Lumajang karena sayapnya menyerupai Keris saat terbang.