Ilustrasi Trulek Jawa (Vanellus macropterus) Re-creation
CR (Possibly Extinct) Endemik Indonesia

Trulek Jawa

Vanellus macropterus

Panjang

27-29 cm

Berat

200-300 g

Habitat

Rawa air tawar

Reproduksi

3-4 telur

Status Konservasi

CR (Possibly Extinct)
CR (Possibly Extinct)
IUCN Red List
Status Indonesia Dilindungi Penuh (PP No. 7 Tahun 1999)
CITES Tidak Terdaftar
Tren Populasi punah

Ancaman Utama

  • Alih fungsi lahan rawa jadi sawah/tambak
  • Perburuan liar di masa lalu
  • Penggunaan pestisida pertanian

Upaya Konservasi

  • Survei intensif Muara Gembong/Lumajang
  • Kampanye 'Wanted' untuk laporan warga

Si Kaki Panjang yang Hilang

Trulek Jawa adalah burung air yang elegan dengan kaki panjang berwarna kuning kehijauan dan tubuh tegap. Ciri paling mencolok adalah

adanya gelambir (wattle) kulit berwarna kuning pucat di pangkal paruhnya yang memberikan ekspresi wajah khas. Di bagian lengkungan

sayapnya terdapat taji (spur) berwarna hitam yang tajam, senjata efektif untuk mengusir pengganggu.


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Charadriiformes
Genus Vanellus
Spesies V. macropterus

Nama Lokal

Plirik(Lumajang)Trulek(Jawa Barat)Prulek(Jawa Tengah)Javan Lapwing(Inggris)

Sinonim

Javanese Wattled LapwingRogibyx tricolor

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Gelambir kuning di wajah dan taji di sayap.

Sering Tertukar Dengan

  • trulek-topeng:Trulek Topeng (Australia) mirip tapi persebarannya sangat berbeda dan memiliki topeng kuning lebih besar.

Tips Pengamatan

  • Cari di daerah rawa terpencil yang jauh dari pemukiman.
  • Hati-hati dengan suara gemerincing mendadak.

Habitat yang Tergusur

Trulek Jawa secara spesifik menghuni ekosistem rawa air tawar dan delta sungai berlumpur di Jawa bagian utara dan selatan.

Mereka menyukai area terbuka dengan vegetasi rendah agar mudah memantau bahaya. Konversi masif lahan-lahan ini menjadi sawah

dan tambak ikan sepanjang abad ke-20 diduga menjadi penyebab utama kepunahannya.


Predator Lahan Basah

Penghuni rawa ini adalah karnivora yang memangsa invertebrata air seperti siput, larva serangga, dan cacing di lumpur basah.

Mereka juga memburu serangga darat seperti belalang dan jangkrik di padang rumput sekitar rawa. Sayangnya, habitat mencari makannya

kini hampir seluruhnya telah berubah menjadi lahan pertanian intensif.


Komposisi Pakan

karnivora
invertebrata air 60%
siput air , larva capung , cacing
serangga darat 30%
belalang , jangkrik , kumbang
biji-bijian 10%
biji rumput rawa

Peta Persebaran

Status Endemik

Endemik Indonesia

Negara

Indonesia

Pulau Utama

Fakta Menarik

  • Memiliki taji hitam tajam di sayapnya (seperti taji ayam jago) untuk bertarung.
  • Belum pernah difoto dalam keadaan hidup; spesies 'hantu' bagi fotografer burung.
  • Dianggap keramat di Lumajang karena sayapnya menyerupai Keris saat terbang.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal
Sosial: berpasangan atau kelompok kecil (teritorial)
Migrasi: Tidak

Panggilan keras 'kree-kree' atau gemerincing kasar seperti terompet mainan (hoarse toy-trumpet sound).

keras gemerincing seperti terompet

Reproduksi

3-4

Telur

Musim Kawin

OktoberNovemberDesember

Tipe Sarang

Cekungan sederhana di tanah (ground scrape)

Bersarang di Tanah

Musim berbiak diperkirakan bertepatan dengan musim hujan (Oktober-Desember). Mereka tidak membuat sarang rumit, melainkan hanya

membuat cekungan dangkal di tanah (scrape) yang dilapisi rumput kering. Telurnya berwarna kuning kecokelatan dengan bercak hitam

pekat, menyamar sempurna dengan tanah di sekitarnya.


Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Ikon 'Lost Species' Jawa

Kepercayaan Lokal

Di Lumajang ('Plirik'), dianggap keramat karena pola sayap terbangnya menyerupai Keris pusaka.

Sejarah

Dideskripsikan Wagler (1827). Terakhir terlihat pasti tahun 1940 di Citarum.

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Ilegal / Dilarang Keras
Tingkat KesulitanMustahil

Spesies kemungkinan besar punah. Tidak ada catatan pemeliharaan dalam avikultur modern.

Kisaran Harga

Tidak tersedia di pasaran

Spesies dianggap PUNAH. Tidak ada nilai pasar.

Update: 1940-01-01

Suara & Kicauan

Seruan Terompet Mainan

Berdasarkan catatan lama, suara burung ini dideskripsikan sangat keras dan tidak melodis. Bunyinya seperti 'kree-kree' atau

gemerincing kasar yang sering disamakan dengan suara terompet mainan (hoarse toy-trumpet). Suara ini digunakan untuk menandai

wilayah teritorial yang mereka pertahankan dengan agresif.


Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau2/10
Kesulitan Perawatan10/10 (Tinggi)
Popularitas9/10
Vol. Suarakeras
Keaktifansedang
Umur Rata-rata10 Tahun
Pasartidak-ada

Sering Dibandingkan: