Anis Merah (Geokichla citrina) jantan dengan warna oranye cerah
LC

Anis Merah

Geokichla citrina

Panjang

20-23 cm

Berat

47-67 g

Habitat

Hutan hujan dataran rendah

Reproduksi

2-4 telur

Status Konservasi

LC
Least Concern
IUCN Red List
Status Indonesia Tidak Dilindungi (Permen LHK No. P.106/2018)
CITES Tidak Terdaftar
Tren Populasi menurun (lokal jawa/bali)

Ancaman Utama

  • Penangkapan liar masif untuk lomba kicau
  • Alih fungsi hutan lembab menjadi lahan kering

Upaya Konservasi

  • Penangkaran (breeding) di Bali dan Jawa Timur
  • Edukasi penggunaan burung ring

Si Oranye yang Memikat

Anis Merah memiliki penampilan fisik yang bersih dan elegan. Kepalanya berwarna oranye jingga cerah yang kontras dengan tubuh bagian atas (punggung dan sayap)

yang berwarna abu-abu kebiruan. Ciri khas lainnya adalah adanya dua garis putih vertikal pada sayap yang terlihat jelas saat burung diam maupun terbang.

Secara fisik, jantan dan betina sangat sulit dibedakan (monomorfik), sehingga sering membingungkan pemula.


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Passeriformes
Famili Turdidae
Genus Geokichla
Spesies G. citrina
Subspesies G. c. rubecula (Jabar), G. c. orientis (Jatim/Bali), G. c. citrina (Sumatera), G. c. aurata (Kalimantan)

Nama Lokal

Punglor Merah(Jawa)Punglor Cacing(Jawa Timur)Manuk Cacing(Sunda)Punglor Bata(Umum)Orange-headed Thrush(Inggris)

Sinonim

Zoothera citrina (Nama genus lama)Orange-headed Ground Thrush

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Warna kepala oranye kontras dengan punggung abu-abu dan gaya teler saat berkicau.

Sering Tertukar Dengan

  • anis-kembang:Anis Kembang memiliki dada berbintik-bintik (totol), Anis Merah dadanya polos oranye.

Tips Pengamatan

  • Cari di lantai hutan yang lembab atau kebun gelap.
  • Dengarkan suara 'siuuut' pelan saat mereka memanggil pasangan.

Penghuni Hutan Lembab

Anis Merah sangat bergantung pada habitat hutan hujan dataran rendah atau hutan sekunder yang memiliki kelembaban tinggi dan kanopi yang teduh. Mereka jarang

terbang tinggi dan lebih suka bersembunyi di semak-semak. Karena sifatnya yang pemalu dan menyukai ketenangan, mereka sangat rentan stres jika lingkungan

sekitarnya terlalu gaduh atau panas.


Penggemar Cacing Tanah

Di alam liar, Anis Merah menghabiskan banyak waktunya di lantai hutan yang lembab untuk mengais serasah daun mencari mangsa. Makanan utamanya adalah cacing tanah,

yang menjadi sumber protein penting. Selain itu, mereka juga menyukai buah-buahan hutan yang jatuh seperti beri-berian dan buah ara (Ficus). Dalam perawatan,

pemberian cacing dan buah-buahan segar (pepaya/pisang) adalah kunci menjaga kesehatannya.


Komposisi Pakan

omnivora
invertebrata tanah 60%
cacing tanah , siput , larva kumbang
buah-buahan 30%
pepaya hutan , buah ficus , beri-berian
serangga terbang 10%
laron , serangga kecil

Peta Persebaran

Status Endemik

Tersebar Luas

Negara

IndonesiaIndiaThailandMalaysiaVietnam

Fakta Menarik

  • Satu-satunya burung yang berkicau dengan gaya 'mabuk' atau teler yang ekstrem.
  • Nama genusnya kini 'Geokichla', bukan lagi 'Zoothera' untuk membedakannya dari jenis manis bersisik.
  • Sangat menyukai cacing tanah, sehingga sering dijuluki 'Punglor Cacing' di Jawa Timur.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal (pagi & sore)
Sosial: soliter atau berpasangan (pemalu)
Migrasi: Ya

Kicauan sangat merdu, bervariasi, dan ngeroll. Memiliki gaya khas 'Teler' (menggelengkan kepala seperti mabuk sambil berkicau) saat puncak birahi.

melodis ngeroll keras gaya teler

Reproduksi

2-4

Telur

14

Hari Inkubasi

14

Hari Asuh

9

Bulan Dewasa

Musim Kawin

OktoberNovemberDesemberJanuariFebruariMaretApril

Tipe Sarang

Cawan dangkal dari akar dan lumut di percabangan rendah

Tantangan Penangkaran

Menernakkan Anis Merah dikenal cukup sulit dibandingkan Murai Batu atau Kacer. Sifatnya yang sensitif dan pemilih terhadap pasangan menjadi tantangan tersendiri.

Namun, keberhasilan penangkar di Bali dan Jawa Timur membuktikan bahwa dengan ketelatenan, burung ini bisa dibiakkan. Reproduksi di alam terjadi pada musim penghujan

(Oktober-April) dimana stok cacing melimpah.


Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Barometer Gengsi Kicau Mania

Kepercayaan Lokal

Jika burung 'teler' di rumah, dipercaya membawa rezeki dan suasana adem.

Sejarah

Dideskripsikan John Latham 1790. Pernah sangat mahal di tahun 90-an ('Jaman Krismon').

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Legal
Tingkat KesulitanSulit

Burung 'moody' dan manja. Sangat sensitif terhadap stres dan perubahan suhu. Membutuhkan settingan pakan yang presisi.

Kisaran Harga

AnakanRp 400.000 - Rp 750.000
DewasaRp 1.000.000 - Rp 3.000.000

Jarang dijual sepasang (biasanya per ekor). Burung prestasi 'teler hiper' harganya bisa puluhan juta.

Update: 2025-12-26

Suara & Kicauan

Gaya Teler yang Fenomenal

Tidak ada burung lain yang memiliki gaya berkicau seunik Anis Merah. Saat mencapai kondisi puncak birahi atau 'top form', mereka akan melakukan gerakan 'Teler':

menggeleng-gelengkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan lemas seperti orang mabuk, sambil terus mengeluarkan kicauan ngeroll yang merdu dan bervolume keras.

Gaya inilah yang menjadi daya tarik utama dan standar penilaian tertinggi dalam lomba Anis Merah.


Melodis, ngeroll, irama naik turun.

"teler..."

kicauan teler60s

Frekuensi berkicau: jarang (hanya saat mood)

Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau9/10
Kesulitan Perawatan9/10 (Tinggi)
Popularitas8/10
Vol. Suarasedang-keras
Keaktifansedang (moody)
Umur Rata-rata12 Tahun
Pasarcukup-tersedia

Sering Dibandingkan:

Burung Terkait