Anis Merah
Geokichla citrina
Panjang
20-23 cm
Berat
47-67 g
Habitat
Hutan hujan dataran rendah
Reproduksi
2-4 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar masif untuk lomba kicau
- Alih fungsi hutan lembab menjadi lahan kering
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) di Bali dan Jawa Timur
- Edukasi penggunaan burung ring
Si Oranye yang Memikat
Anis Merah memiliki penampilan fisik yang bersih dan elegan. Kepalanya berwarna oranye jingga cerah yang kontras dengan tubuh bagian atas (punggung dan sayap)
yang berwarna abu-abu kebiruan. Ciri khas lainnya adalah adanya dua garis putih vertikal pada sayap yang terlihat jelas saat burung diam maupun terbang.
Secara fisik, jantan dan betina sangat sulit dibedakan (monomorfik), sehingga sering membingungkan pemula.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Warna kepala oranye kontras dengan punggung abu-abu dan gaya teler saat berkicau.
Sering Tertukar Dengan
- anis-kembang:Anis Kembang memiliki dada berbintik-bintik (totol), Anis Merah dadanya polos oranye.
Tips Pengamatan
- Cari di lantai hutan yang lembab atau kebun gelap.
- Dengarkan suara 'siuuut' pelan saat mereka memanggil pasangan.
Penghuni Hutan Lembab
Anis Merah sangat bergantung pada habitat hutan hujan dataran rendah atau hutan sekunder yang memiliki kelembaban tinggi dan kanopi yang teduh. Mereka jarang
terbang tinggi dan lebih suka bersembunyi di semak-semak. Karena sifatnya yang pemalu dan menyukai ketenangan, mereka sangat rentan stres jika lingkungan
sekitarnya terlalu gaduh atau panas.
Penggemar Cacing Tanah
Di alam liar, Anis Merah menghabiskan banyak waktunya di lantai hutan yang lembab untuk mengais serasah daun mencari mangsa. Makanan utamanya adalah cacing tanah,
yang menjadi sumber protein penting. Selain itu, mereka juga menyukai buah-buahan hutan yang jatuh seperti beri-berian dan buah ara (Ficus). Dalam perawatan,
pemberian cacing dan buah-buahan segar (pepaya/pisang) adalah kunci menjaga kesehatannya.
Komposisi Pakan
omnivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung yang berkicau dengan gaya 'mabuk' atau teler yang ekstrem.
- Nama genusnya kini 'Geokichla', bukan lagi 'Zoothera' untuk membedakannya dari jenis manis bersisik.
- Sangat menyukai cacing tanah, sehingga sering dijuluki 'Punglor Cacing' di Jawa Timur.
Perilaku & Suara
Kicauan sangat merdu, bervariasi, dan ngeroll. Memiliki gaya khas 'Teler' (menggelengkan kepala seperti mabuk sambil berkicau) saat puncak birahi.
Reproduksi
2-4
Telur
14
Hari Inkubasi
14
Hari Asuh
9
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Tantangan Penangkaran
Menernakkan Anis Merah dikenal cukup sulit dibandingkan Murai Batu atau Kacer. Sifatnya yang sensitif dan pemilih terhadap pasangan menjadi tantangan tersendiri.
Namun, keberhasilan penangkar di Bali dan Jawa Timur membuktikan bahwa dengan ketelatenan, burung ini bisa dibiakkan. Reproduksi di alam terjadi pada musim penghujan
(Oktober-April) dimana stok cacing melimpah.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Barometer Gengsi Kicau Mania
Kepercayaan Lokal
Jika burung 'teler' di rumah, dipercaya membawa rezeki dan suasana adem.
Sejarah
Dideskripsikan John Latham 1790. Pernah sangat mahal di tahun 90-an ('Jaman Krismon').
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Burung 'moody' dan manja. Sangat sensitif terhadap stres dan perubahan suhu. Membutuhkan settingan pakan yang presisi.
Kisaran Harga
Jarang dijual sepasang (biasanya per ekor). Burung prestasi 'teler hiper' harganya bisa puluhan juta.
Update: 2025-12-26
Suara & Kicauan
Gaya Teler yang Fenomenal
Tidak ada burung lain yang memiliki gaya berkicau seunik Anis Merah. Saat mencapai kondisi puncak birahi atau 'top form', mereka akan melakukan gerakan 'Teler':
menggeleng-gelengkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan lemas seperti orang mabuk, sambil terus mengeluarkan kicauan ngeroll yang merdu dan bervolume keras.
Gaya inilah yang menjadi daya tarik utama dan standar penilaian tertinggi dalam lomba Anis Merah.
Melodis, ngeroll, irama naik turun.
"teler..."
Frekuensi berkicau: jarang (hanya saat mood)
Pertanyaan Umum
Karena performanya sangat dipengaruhi oleh kondisi mental dan lingkungan. Perubahan kecil seperti pindah sangkar, ganti pakan, atau suhu udara yang terlalu panas bisa membuatnya langsung macet bunyi (stres) berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
Teler adalah gaya berkicau khas Anis Merah dimana ia menggerakkan kepala ke kiri dan kanan dengan luwes (lemas) seolah-olah sedang mabuk atau ekstase, sambil tetap melantunkan lagu ngeroll. Ini adalah indikator burung dalam kondisi puncak (top performance).
Secara fisik 99% mirip. Metode rabaan tulang supit sering tidak akurat. Cara paling valid adalah dengan Tes DNA atau menunggu burung tersebut teler (umumnya jantan yang teler maksimal dan bersuara ngeroll panjang, meski betina juga bisa teler tapi biasanya pendek/putus-putus).
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar masif untuk lomba kicau
- Alih fungsi hutan lembab menjadi lahan kering
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) di Bali dan Jawa Timur
- Edukasi penggunaan burung ring
Fakta Menarik
- Satu-satunya burung yang berkicau dengan gaya 'mabuk' atau teler yang ekstrem.
- Nama genusnya kini 'Geokichla', bukan lagi 'Zoothera' untuk membedakannya dari jenis manis bersisik.
- Sangat menyukai cacing tanah, sehingga sering dijuluki 'Punglor Cacing' di Jawa Timur.