Cendet
Lanius schach
Panjang
20-25 cm
Berat
33-42 g
Habitat
Savana terbuka
Reproduksi
3-5 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Pengambilan anakan/panen piyik intensif (terutama Madura/Jatim)
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) oleh penghobi (terutama varian Blangkon)
Si Butcherbird yang Fighter
Cendet atau Pentet (Lanius schach) dikenal sebagai burung predator kecil dengan nyali besar. Di dunia internasional, ia dijuluki Butcherbird (Burung Jagal)
karena kebiasaan uniknya menancapkan hasil buruan (serangga/kadal) di duri tanaman seperti sate. Di Indonesia, burung ini adalah primadona gantangan,
terutama bagi Kicau Mania yang menyukai karakter burung fighter dengan suara tembakan yang kasar dan keras.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Topeng hitam Zorro dan paruh kait.
Sering Tertukar Dengan
- bentet-loreng:Bentet Loreng warna lebih cokelat pudar dan topeng tidak se-hitam pekat Cendet.
Tips Pengamatan
- Lihat kabel listrik di pinggir jalan sawah.
- Cari burung yang duduk tegak di ujung ranting kering.
Penguasa Area Terbuka
Cendet adalah burung penghuni area terbuka seperti savana, tepi hutan, dan lahan pertanian. Ia sering terlihat bertengger di tempat tinggi yang mencolok seperti
kabel listrik atau puncak pohon kering (perch hunting) untuk memantau pergerakan mangsa di tanah. Kemampuannya beradaptasi sangat baik, mulai dari dataran rendah
pantai yang panas hingga dataran tinggi pegunungan dingin seperti Dieng atau Bromo.
Karnivora Rakus
Sebagai predator oportunis, Cendet memakan hampir segala jenis protein hewani yang bergerak. Makanan utamanya adalah serangga besar (jangkrik, belalang, kumbang),
namun ia juga tak segan memangsa vertebrata kecil seperti kadal, katak, bahkan anak burung lain. Dalam perawatan manusia, kunci agar Cendet tampil "Nagen"
(duduk tenang saat tarung) dan bongkar isian adalah kecukupan asupan protein (Ekstra Fooding) yang tinggi.
Komposisi Pakan
karnivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
Fakta Menarik
- Memiliki julukan 'Butcherbird' karena kebiasaan menyate mangsanya di duri.
- Bisa stres dan ketakutan jika melihat pemiliknya memakai topi atau baju warna mencolok.
- Burung pintar yang bisa mengingat wajah pemiliknya.
Perilaku & Suara
Suara asli kasar 'check-check' atau 'toet-toet', tapi merupakan peniru ulung (mimikri) yang bisa menirukan suara kucing, jangkrik, hingga burung lain dengan volume keras.
Reproduksi
3-5
Telur
13-16
Hari Inkubasi
14-19
Hari Asuh
10-12
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Identitas Kultural Madura
Kepercayaan Lokal
Mitos 'Cendet Suwita/Raja' (Albino) bertuah kekuasaan. Mitos negatif 'rumah panas' (sering bertengkar) karena sifat burung galak.
Sejarah
Ditemukan Carl Linnaeus 1758. Sempat redup vs Lovebird (2015), kini 'comeback' (2023-2025) menjadi burung 'sejuta umat' terutama di Jatim.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Tantangan Utama: Sindrom 'Mbayi' atau 'Miyek' (manja). Solusi: Stop interaksi tangan langsung, full kerodong, atau terapi kejut. Wajib ekstra fooding (EF) jangkrik jumlah banyak.
Kisaran Harga
Cendet asal Madura memiliki nilai jual lebih tinggi. Varian 'Blangkon' jauh lebih mahal daripada 'Pilis'. Anakan 'Mbayi' biasanya dihargai murah atau afkir.
Update: 2025-12-26
Galeri Foto

Cendet Pentet Lanius schach

Cendet menancapkan mangsa di duri
Suara & Kicauan
Suara tembakan unik dan variatif, khas Cendet tarung.
"toet-toet-check-check"
Credit: BurungSuper
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sering
Pertanyaan Umum
Karena kebiasaannya mengimpale (menancapkan) mangsanya di duri atau kawat tajam untuk memudahkan merobek daging atau menyimpannya sebagai cadangan makanan.
Cendet Madura biasanya memiliki bulu kapas yang lebih tipis (kering), postur lebih ramping memanjang, dan mental fighter yang lebih stabil/ganas dibanding Cendet Jawa yang cenderung berbulu tebal.
Isolasi burung (full kerodong), hentikan pemberian jangkrik langsung dari tangan (gunakan cepuk), dan tingkatkan setingan mandi untuk meredam sifat manjanya.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Pengambilan anakan/panen piyik intensif (terutama Madura/Jatim)
- Penggunaan pestisida pertanian
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) oleh penghobi (terutama varian Blangkon)
Fakta Menarik
- Memiliki julukan 'Butcherbird' karena kebiasaan menyate mangsanya di duri.
- Bisa stres dan ketakutan jika melihat pemiliknya memakai topi atau baju warna mencolok.
- Burung pintar yang bisa mengingat wajah pemiliknya.