Kacer
Copsychus saularis
Panjang
19-21 cm
Berat
29-37 g
Habitat
Lahan terbuka dekat pemukiman (Urban)
Reproduksi
3-5 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan berlebihan untuk hobi burung kicau
- Kompetisi dengan burung invasif di perkotaan
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) skala rumahan yang masif
- Regulasi lomba mewajibkan burung ring (hasil ternak)
Si Hitam Putih yang Elegan
Kacer (Copsychus saularis) mudah dikenali dari pola warnanya yang kontras seperti mengenakan tuksedo. Tubuh bagian atas (kepala, punggung, dada atas) berwarna hitam
mengkilap (glossy) pada jantan, sementara garis sayap, perut, dan sisi ekor berwarna putih bersih. Ciri khas utamanya adalah gaya mengangkat ekor (cocked tail)
saat beraktivitas. Penting untuk membedakan variasi lokal: Kacer Poci (Sumatera/Jabar) memiliki dada bawah putih, sedangkan Kacer Wulung/Hitam
(Jatim/Kalimantan) memiliki dada hitam pekat sampai ke perut atas.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Warna hitam putih tuksedo dan ekor naik.
Sering Tertukar Dengan
- murai-batu:Murai Batu berekor jauh lebih panjang dan dada cokelat, Kacer dada putih/hitam dan ekor lebih pendek.
Tips Pengamatan
- Cari di taman kota atau kebun.
- Dengar suara siulan keras di pagi hari.
Adaptif di Lingkungan Manusia
Kacer adalah spesies sinantropis, artinya mampu hidup berdampingan dengan manusia. Habitat aslinya mencakup hutan terbuka, tepi hutan, dan lahan pertanian.
Namun kini mereka lazim ditemukan di taman kota, kebun raya, hingga pekarangan rumah di pedesaan. Kemampuannya bersarang di celah bangunan atau lubang pohon
membuatnya bertahan meski hutan alami menyusut.
Predator Serangga Tanah
Sebagai burung insektivora sejati, 85% diet Kacer terdiri dari serangga tanah seperti cacing, jangkrik, belalang, dan kumbang. Di alam, mereka sering terlihat
turun ke tanah (foraging) untuk mengais dedaunan mencari mangsa. Dalam perawatan manusia, Kacer sangat mudah beradaptasi dengan pakan voer, namun tetap
membutuhkan asupan 'Extra Fooding' (EF) berupa jangkrik atau kroto untuk menjaga stamina dan birahi tarungnya.
Komposisi Pakan
insektivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Sumatera Utara
- Lampung
- + 1 lainnya
Fakta Menarik
- Memiliki gaya tarung 'Ngobra' yang ikonik, membuka sayap dan ekor mirip ular kobra.
- Bisa bersarang di tempat tak terduga seperti kotak pos, meteran listrik, atau bangkai mobil.
- Burung Nasional negara Bangladesh, dikenal dengan nama Doyel.
Perilaku & Suara
Kicauan sangat bervariasi, melodis, dan jernih. Memiliki kemampuan mimikri (meniru) yang baik. Dikenal dengan gaya tarung 'ngobra' (membuka ekor dan sayap seperti kobra).
Reproduksi
3-5
Telur
13
Hari Inkubasi
18
Hari Asuh
10
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Mudah Diternakkan
Musim kawin Kacer umumnya terjadi pada semester pertama tahun (Januari-Juni). Mereka bersarang di lubang-lubang alami. Kemudahan Kacer dalam beradaptasi
membuatnya menjadi salah satu burung yang paling sukses ditangkarkan (breeding) secara massal di Indonesia. Hal ini membantu menjaga kestabilan harga
dan mengurangi tekanan perburuan di alam liar secara signifikan.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Burung Nasional Bangladesh (Doyel)
Kepercayaan Lokal
Di Jawa, kicauan kacer di malam hari dipercaya pertanda adanya makhluk halus atau tamu tak diundang.
Sejarah
Dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada 1758. Mengalami pasang surut popularitas, kini bangkit kembali dengan komunitas 'Kacer Mania'.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Burung 'jujur' yang mudah bunyi. Namun rentan 'mbagong' (mengembangkan bulu seperti bola) jika over-birahi atau kalah mental.
Kisaran Harga
Harga bervariasi tergantung ras (Poci vs Wulung) dan prestasi lapangan.
Update: 2025-12-26
Galeri Foto

Seluruh badan Kacer jantan dalam pose Ngobra

Detail kepala Kacer dengan bulu hitam mengkilap
Suara & Kicauan
Petarung yang Berisik
Kacer dikenal sebagai burung dengan volume suara keras dan variasi lagu yang kaya. Mereka juga peniru (mimikri) yang ulung. Saat bertemu lawan atau merasa terancam,
Kacer akan mengeluarkan gaya tarung khas yang disebut 'Ngobra': membuka sayap dan ekornya lebar-lebar menyerupai tudung ular kobra, sambil berkicau
dengan intonasi tinggi. Ini adalah tontonan utama yang dicari dalam kontes burung kicau.
Siulan jernih bervariasi dengan volume tinggi.
"siul-siul"
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: sangat-sering
Pertanyaan Umum
'Mbagong' atau 'Mbedesi' adalah perilaku di mana Kacer mengembangkan bulu badannya menjadi bulat seperti bola atau kuda laut dan berhenti berkicau. Ini adalah mekanisme pertahanan diri saat mentalnya jatuh (kalah dominasi) atau kondisi over-birahi. Ini adalah 'mimpi buruk' bagi peserta lomba karena otomatis didiskualifikasi.
Perbedaan utamanya ada pada warna bulu dada ke bawah. Kacer Poci (C. s. musicus) memiliki dada bawah hingga perut berwarna PUTIH, dominan di Sumatera dan Jawa Barat. Kacer Wulung (C. s. amoenus/pluto) memiliki dada HITAM pekat hingga perut bagian atas, dominan di Jawa Timur dan Kalimantan. Suara Wulung sering dianggap lebih 'kristal' atau tajam.
Tidak. Berdasarkan Permen LHK No. P.106/2018, Kacer (Copsychus saularis) tidak termasuk dalam daftar satwa dilindungi. Status IUCN-nya juga 'Least Concern' (Risiko Rendah). Oleh karena itu, burung ini legal dipelihara dan diperjualbelikan, namun sangat disarankan membeli hasil penangkaran ring.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan berlebihan untuk hobi burung kicau
- Kompetisi dengan burung invasif di perkotaan
Upaya Konservasi
- Penangkaran (breeding) skala rumahan yang masif
- Regulasi lomba mewajibkan burung ring (hasil ternak)
Fakta Menarik
- Memiliki gaya tarung 'Ngobra' yang ikonik, membuka sayap dan ekor mirip ular kobra.
- Bisa bersarang di tempat tak terduga seperti kotak pos, meteran listrik, atau bangkai mobil.
- Burung Nasional negara Bangladesh, dikenal dengan nama Doyel.
Peta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Provinsi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Sumatera Utara
- Lampung
- + 1 lainnya