Cucak Rowo
Pycnonotus zeylanicus
Panjang
28-29 cm
Berat
80-95 g
Habitat
Hutan sekunder dataran rendah
Reproduksi
2 telur
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar tak terkendali untuk memunuhi permintaan lomba kicau
- Hilangnya habitat hutan sungai (riparian)
Upaya Konservasi
- Program penangkaran (breeding) masif di Jawa sebagai benteng ex-situ
- Perlindungan ketat habitat tersisa di Singapura
Fisik Gagah dengan Mahkota Emas
Cucak Rowo adalah raksasa di antara keluarga merbah (Bulbul), dengan panjang tubuh mencapai 29 cm. Ciri yang paling mudah dikenali adalah mahkota kepalanya
yang berwarna kuning jerami (straw-headed), kontras dengan garis hitam tebal yang melintasi mata dan pipi. Bagian dadanya dihiasi pola garis-garis putih
vertikal di atas dasar abu-abu, memberikan kesan tekstur yang unik. Tidak ada perbedaan fisik yang jelas antara jantan dan betina (monomorfik),
sehingga identifikasi jenis kelamin seringkali membutuhkan tes DNA atau pengamatan perilaku yang cermat.
Nama Lokal
Sinonim
Identifikasi Lapangan
Ciri Pembeda Utama
Mahkota kuning jerami dan ukuran besar.
Sering Tertukar Dengan
- trucukan:Trucukan jauh lebih kecil dan tidak memiliki mahkota kuning emas yang kontras.
Tips Pengamatan
- Dengarkan suara ropel bergema di tepi sungai.
- Cari di vegetasi rapat dekat air.
Penghuni Hutan Tepi Sungai (Riparian)
Sesuai namanya ('Rowo' berarti Rawa), habitat sejati burung ini adalah hutan di sepanjang tepi sungai (zona riparian) dan rawa-rawa dataran rendah.
Suara mereka yang keras dan bergema adalah adaptasi evolusioner untuk dapat terdengar mengalahkan suara gemericik air sungai yang konstan.
Sayangnya, habitat tepi sungai ini adalah yang paling cepat hilang akibat konversi lahan manusia.
Diet Omnivora di Tepi Sungai
Di alam liar, Cucak Rowo adalah omnivora yang oportunis. Makanan utamanya (60%) adalah buah-buahan hutan seperti ara (Ficus) dan beri-berian.
Namun, mereka juga aktif berburu serangga seperti siput air dan kumbang, bahkan vertebrata kecil di tepi sungai untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.
Kebiasaan makan yang beragam ini memudahkannya beradaptasi dengan pakan buatan manusia (voer dan buah) saat dalam perawatan.
Komposisi Pakan
omnivoraPeta Persebaran
Status Endemik
Tersebar LuasNegara
Pulau Utama
Fakta Menarik
- Singapura menjadi tempat teraman di dunia bagi populasi liar burung ini karena ketatnya hukum lingkungan di sana.
- Satu-satunya burung berstatus 'Critically Endangered' (Kritis) di alam, tapi statusnya 'Sangat Umum' di pasar burung Indonesia.
- Suara ropelnya adalah adaptasi akustik untuk berkomunikasi di lingkungan sungai yang berisik.
Perilaku & Suara
Suara 'ropel' yang legendaris: berat, bergema (bubbling), dan mengalun. Sering melakukan duet (antiphonal singing) antara jantan dan betina.
Reproduksi
2
Telur
15
Hari Inkubasi
16
Hari Asuh
15
Bulan Dewasa
Musim Kawin
Tipe Sarang
Tantangan Reproduksi
Cucak Rowo adalah burung yang setia (monogami). Musim berbiak di alam berlangsung sepanjang tahun dengan puncak pada awal tahun.
Mereka membangun sarang berbentuk cawan di percabangan pohon yang rendah. Meski hanya bertelur 2 butir per periode, keberhasilan program penangkaran
di Indonesia telah menjadi kunci penyelamatan spesies ini dari kepunahan total, mengingat populasinya di alam liar sudah sangat kritis.
Budaya & Sejarah
Simbol Daerah
Simbol kemapanan (status symbol) priyayi
Kepercayaan Lokal
Membawa ketenangan rumah tangga karena suaranya yang menyejukkan.
Sejarah
Dideskripsikan tahun 1789 oleh J.F. Gmelin. Sempat masuk daftar dilindungi pada 2018 namun dikeluarkan kembali karena protes penangkar.
Pemeliharaan & Harga
Info Pemeliharaan
Berumur panjang (>20 tahun). Investasi bernilai tinggi.
Kisaran Harga
Harga untuk burung hasil penangkaran (ring). Tangkapan hutan sangat tidak disarankan.
Update: 2025-12-26
Suara & Kicauan
Suara Ropel yang Legendaris
Daya tarik utama Cucak Rowo terletak pada suaranya. Kicauannya dideskripsikan sebagai suara yang 'berat', 'basah', dan 'mengalun' (bubbling).
Istilah 'Ropel' merujuk pada irama lagunya yang seolah bergulung-gulung tanpa putus. Di alam, pasangan Cucak Rowo sering melakukan duet
bersahutan (antiphonal singing) untuk menandai wilayah teritorial mereka, menciptakan harmoni alam yang menakjubkan.
Suara berat, basah, dan bergulung-gulung.
"kluk-kluk-kluk"
Credit: BurungSuper
Frekuensi berkicau: pagi-sore
Pertanyaan Umum
Ini adalah paradoks unik. Secara internasional (IUCN), statusnya 'Critically Endangered' (Sangat Kritis). Namun, di Indonesia, Cucak Rowo TIDAK termasuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK No. P.106/2018. Hal ini dilakukan pemerintah untuk melegalkan dan mendorong upaya penangkaran oleh masyarakat.
Sangat sulit secara fisik karena mereka monomorfik (bentuk sama). Penangkar biasanya menggunakan tes DNA akurat, atau pengamatan perilaku: jantan biasanya memiliki volume suara lebih keras dan variasi lagu lebih banyak, sementara betina lebih sering menyahut denga suara monoton.
Cucak Rowo dianggap sebagai 'burung sultan' atau simbol kemapanan. Harganya stabil tinggi karena kombinasi dari suaranya yang khas, masa hidup yang panjang (>20 tahun), tingkat kesulitan penangkaran yang lumayan, dan statusnya yang bergengsi di kalangan penghobi.
Status Konservasi
Ancaman Utama
- Penangkapan liar tak terkendali untuk memunuhi permintaan lomba kicau
- Hilangnya habitat hutan sungai (riparian)
Upaya Konservasi
- Program penangkaran (breeding) masif di Jawa sebagai benteng ex-situ
- Perlindungan ketat habitat tersisa di Singapura
Fakta Menarik
- Singapura menjadi tempat teraman di dunia bagi populasi liar burung ini karena ketatnya hukum lingkungan di sana.
- Satu-satunya burung berstatus 'Critically Endangered' (Kritis) di alam, tapi statusnya 'Sangat Umum' di pasar burung Indonesia.
- Suara ropelnya adalah adaptasi akustik untuk berkomunikasi di lingkungan sungai yang berisik.