Cucak Rowo (Pycnonotus zeylanicus) dengan mahkota kuning khas
CR

Cucak Rowo

Pycnonotus zeylanicus

Panjang

28-29 cm

Berat

80-95 g

Habitat

Hutan sekunder dataran rendah

Reproduksi

2 telur

Status Konservasi

CR
Critically Endangered
IUCN Red List
Status Indonesia Tidak Dilindungi (Permen LHK No. P.106/2018)
CITES Appendix II
Tren Populasi menurun tajam

Ancaman Utama

  • Penangkapan liar tak terkendali untuk memunuhi permintaan lomba kicau
  • Hilangnya habitat hutan sungai (riparian)

Upaya Konservasi

  • Program penangkaran (breeding) masif di Jawa sebagai benteng ex-situ
  • Perlindungan ketat habitat tersisa di Singapura

Fisik Gagah dengan Mahkota Emas

Cucak Rowo adalah raksasa di antara keluarga merbah (Bulbul), dengan panjang tubuh mencapai 29 cm. Ciri yang paling mudah dikenali adalah mahkota kepalanya

yang berwarna kuning jerami (straw-headed), kontras dengan garis hitam tebal yang melintasi mata dan pipi. Bagian dadanya dihiasi pola garis-garis putih

vertikal di atas dasar abu-abu, memberikan kesan tekstur yang unik. Tidak ada perbedaan fisik yang jelas antara jantan dan betina (monomorfik),

sehingga identifikasi jenis kelamin seringkali membutuhkan tes DNA atau pengamatan perilaku yang cermat.


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Passeriformes
Genus Pycnonotus
Spesies Pycnonotus zeylanicus

Nama Lokal

Barau-barau(Melayu/Sumatera)Cangkurawah(Sunda)Ketutil(Jawa Timur)Straw-headed Bulbul(Inggris)

Sinonim

Ixos zeylanicusCrown-crested Bulbul

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Mahkota kuning jerami dan ukuran besar.

Sering Tertukar Dengan

  • trucukan:Trucukan jauh lebih kecil dan tidak memiliki mahkota kuning emas yang kontras.

Tips Pengamatan

  • Dengarkan suara ropel bergema di tepi sungai.
  • Cari di vegetasi rapat dekat air.

Penghuni Hutan Tepi Sungai (Riparian)

Sesuai namanya ('Rowo' berarti Rawa), habitat sejati burung ini adalah hutan di sepanjang tepi sungai (zona riparian) dan rawa-rawa dataran rendah.

Suara mereka yang keras dan bergema adalah adaptasi evolusioner untuk dapat terdengar mengalahkan suara gemericik air sungai yang konstan.

Sayangnya, habitat tepi sungai ini adalah yang paling cepat hilang akibat konversi lahan manusia.


Diet Omnivora di Tepi Sungai

Di alam liar, Cucak Rowo adalah omnivora yang oportunis. Makanan utamanya (60%) adalah buah-buahan hutan seperti ara (Ficus) dan beri-berian.

Namun, mereka juga aktif berburu serangga seperti siput air dan kumbang, bahkan vertebrata kecil di tepi sungai untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

Kebiasaan makan yang beragam ini memudahkannya beradaptasi dengan pakan buatan manusia (voer dan buah) saat dalam perawatan.


Komposisi Pakan

omnivora
buah-buahan 60%
buah ara (ficus) , pepaya hutan , beri-berian
serangga 35%
kumbang , siput air , jangkrik
vertebrata kecil 5%
katak kecil , ikan kecil

Peta Persebaran

Status Endemik

Tersebar Luas

Negara

IndonesiaMalaysiaSingapuraBrunei Darussalam

Fakta Menarik

  • Singapura menjadi tempat teraman di dunia bagi populasi liar burung ini karena ketatnya hukum lingkungan di sana.
  • Satu-satunya burung berstatus 'Critically Endangered' (Kritis) di alam, tapi statusnya 'Sangat Umum' di pasar burung Indonesia.
  • Suara ropelnya adalah adaptasi akustik untuk berkomunikasi di lingkungan sungai yang berisik.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal
Sosial: berpasangan atau kelompok kecil (3-5 individu)
Migrasi: Tidak

Suara 'ropel' yang legendaris: berat, bergema (bubbling), dan mengalun. Sering melakukan duet (antiphonal singing) antara jantan dan betina.

melodis volume keras bergema ropel

Reproduksi

2

Telur

15

Hari Inkubasi

16

Hari Asuh

15

Bulan Dewasa

Musim Kawin

JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptember

Tipe Sarang

Bentuk cawan terbuka dari serat tumbuhan di percabangan rendah

Tantangan Reproduksi

Cucak Rowo adalah burung yang setia (monogami). Musim berbiak di alam berlangsung sepanjang tahun dengan puncak pada awal tahun.

Mereka membangun sarang berbentuk cawan di percabangan pohon yang rendah. Meski hanya bertelur 2 butir per periode, keberhasilan program penangkaran

di Indonesia telah menjadi kunci penyelamatan spesies ini dari kepunahan total, mengingat populasinya di alam liar sudah sangat kritis.


Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Simbol kemapanan (status symbol) priyayi

Kepercayaan Lokal

Membawa ketenangan rumah tangga karena suaranya yang menyejukkan.

Sejarah

Dideskripsikan tahun 1789 oleh J.F. Gmelin. Sempat masuk daftar dilindungi pada 2018 namun dikeluarkan kembali karena protes penangkar.

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Legal (Dianjurkan hasil penangkaran)
Tingkat KesulitanSedang

Berumur panjang (>20 tahun). Investasi bernilai tinggi.

Kisaran Harga

AnakanRp 2.500.000 - Rp 5.000.000
DewasaRp 7.000.000 - Rp 25.000.000
SepasangRp 14.000.000 - Rp 20.000.000

Harga untuk burung hasil penangkaran (ring). Tangkapan hutan sangat tidak disarankan.

Update: 2025-12-26

Suara & Kicauan

Suara Ropel yang Legendaris

Daya tarik utama Cucak Rowo terletak pada suaranya. Kicauannya dideskripsikan sebagai suara yang 'berat', 'basah', dan 'mengalun' (bubbling).

Istilah 'Ropel' merujuk pada irama lagunya yang seolah bergulung-gulung tanpa putus. Di alam, pasangan Cucak Rowo sering melakukan duet

bersahutan (antiphonal singing) untuk menandai wilayah teritorial mereka, menciptakan harmoni alam yang menakjubkan.


Suara berat, basah, dan bergulung-gulung.

"kluk-kluk-kluk"

suara ropel60s

Credit: BurungSuper

Frekuensi berkicau: pagi-sore

Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau8/10
Kesulitan Perawatan6/10 (Sedang)
Popularitas9/10
Vol. Suarasangat-keras
Keaktifansedang
Umur Rata-rata20 Tahun
Pasartersedia (penangkaran)

Sering Dibandingkan:

Burung Terkait