Burung Trucukan (Pycnonotus goiavier) bertengger di ranting pohon dengan jambul sedikit naik
LC

Trucukan

Pycnonotus goiavier

Panjang

19-20 cm

Berat

24-37 g

Habitat

Lahan Terbuka

Reproduksi

2-5 telur

Status Konservasi

LC
Least Concern
IUCN Red List
Status Indonesia Tidak Dilindungi
CITES Tidak Terdaftar
Tren Populasi stabil

Ancaman Utama

  • Perdagangan burung kicau (namun populasi alam masih kuat)
  • Penggunaan pestisida berlebih

Upaya Konservasi

  • Belum ada upaya spesifik karena populasi aman

Karakteristik Fisik Trucukan

Trucukan mudah dikenali dari warna kuning mencolok pada bagian penutup pantatnya, yang memberinya nama Inggris Yellow-vented Bulbul. Bagian atas tubuhnya didominasi warna cokelat tanah yang memudar menjadi putih kotor di bagian bawah. Di kepalanya terdapat mahkota cokelat gelap yang sedikit berjambul saat burung merasa senang atau terancam, dihiasi dengan alis putih yang kontras.


Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Aves
Ordo Passeriformes
Genus Pycnonotus
Spesies Pycnonotus goiavier
Subspesies P. g. analis (Jawa, Sumatra, Bali), P. g. gourdini (Kalimantan)

Nama Lokal

Jogjog(Sunda)Trucukan(Jawa)Merbah Kapur(Melayu)Yellow-vented Bulbul(Inggris)

Sinonim

CerukcukCicaBurung Kapur

Identifikasi Lapangan

Ciri Pembeda Utama

Pantat kuning terang dan alis putih tebal.

Sering Tertukar Dengan

  • kutilang:Kutilang pantatnya jingga/merah, Trucukan kuning.

Tips Pengamatan

  • Cari di kabel listrik atau pohon kersen pagi hari.

Habitat dan Adaptasi

Spesies ini adalah salah satu burung yang paling sukses beradaptasi dengan manusia. Mereka menghindari hutan hujan lebat dan lebih memilih area terbuka seperti perkebunan sawit, taman kota, hutan mangrove, dan pekarangan rumah. Kelimpahannya di area pemukiman membuatnya sering disebut sebagai burung taman.


Menu Makanan di Alam Liar

Sebagai burung omnivora, Trucukan memiliki diet yang fleksibel. Mereka sangat menyukai buah-buahan lunak seperti pepaya, pisang, dan buah kersen (talok) yang banyak tumbuh di pinggir jalan. Selain buah, mereka juga aktif berburu serangga kecil seperti kumbang dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.


Komposisi Pakan

omnivora
Buah-buahan 60%
Pisang , Pepaya , Buah Kersen/Talok , Cabai-cabaian
Serangga 40%

Peta Persebaran

Status Endemik

Tersebar Luas

Negara

IndonesiaMalaysiaThailandFilipinaVietnam

Fakta Menarik

  • Trucukan memiliki gaya berkicau unik yang disebut 'Garuda', yaitu merentangkan kedua sayapnya lebar-lebar ke atas sambil berkicau keras.
  • Sering dianggap sebagai 'polisi hutan' atau penjaga lingkungan karena suaranya yang ribut akan memperingatkan hewan lain jika ada predator (seperti ular atau kucing) yang mendekat.
  • Merupakan salah satu agen penyebar biji (seed disperser) yang efektif bagi tanaman-tanaman liar di habitat terbuka.

Perilaku & Suara

Aktivitas: diurnal
Sosial: Berkelompok kecil atau berpasangan
Migrasi: Tidak

Suara kicauan yang bergelembung (bubbly), jernih, dan bervariasi. Sering disebut 'ngropel' saat berkicau panjang.

Melodis Ceriwis Volume Keras Ropel

Reproduksi

2-5

Telur

14

Hari Inkubasi

14

Hari Asuh

8

Bulan Dewasa

Musim Kawin

Sepanjang tahunPuncak: Februari-Juni

Tipe Sarang

Bentuk cawan dari ranting halus, rumput, dan daun kering

Musim Kawin dan Bersarang

Trucukan berkembang biak sepanjang tahun dengan puncak aktivitas pada bulan Februari hingga Juni. Mereka membuat sarang berbentuk cawan yang dalam dari rumput kering dan ranting halus, biasanya diletakkan di semak-semak atau pohon rendah yang rimbun. Induk betina akan meletakkan 2 hingga 5 telur bercak-bercak ungu kemerahan.


Budaya & Sejarah

Simbol Daerah

Burung Rakyat

Kepercayaan Lokal

Di Jawa, Trucukan yang sering berkicau di malam hari atau subuh dipercaya sebagai penjaga rumah yang menolak balak/energi negatif.

Sejarah

Dideskripsikan pertama kali oleh Giovanni Antonio Scopoli pada 1786. Nama 'Goiavier' diambil dari nama lokal di Manila.

Pemeliharaan & Harga

Info Pemeliharaan

Legalitas Legal
Tingkat KesulitanMudah

Sangat mudah beradaptasi, cocok untuk pemula. Mudah dijinakkan jika dipelihara dari anakan.

Kisaran Harga

AnakanRp 30.000 - Rp 75.000
DewasaRp 100.000 - Rp 250.000
SepasangRp 200.000 - Rp 400.000

Harga bisa mencapai Rp 500.000++ untuk spesimen 'Garuda' (ngropel dengan sayap terbuka) yang sudah jadi.

Update: 2025-12-28

Galeri Foto

Suara & Kicauan

Kicauan Ropel yang Khas

Suara Trucukan dikenal dengan istilah "ngropel", yaitu kicauan yang bergulung-gulung, cepat, dan melodis menyerupai suara air mengalir. Jantan biasanya memiliki volume yang lebih keras dan variasi lagu yang lebih banyak dibanding betina, seringkali berkicau sambil menegakkan jambul dan merentangkan sayap (gaya garuda).


Ropelan air mengalir.

"cuk-cuk-prup-tirr"

ropel60s

Credit: BurungSuper

Frekuensi berkicau: sangat-sering

Pertanyaan Umum

Statistik & Rating

Tingkat Kicau8/10
Kesulitan Perawatan2/10 (Rendah)
Popularitas9/10
Vol. Suarakeras-ropel
Keaktifansedang
Umur Rata-rata10 Tahun
Pasarsangat-mudah

Sering Dibandingkan:

Burung Terkait